Penyerahan dilakukan oleh seluruh Tim Pansel DK OJK yang diketuai oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani di Istana Merdeka, Komplek Istana, Jakarta, Senin (13/3/2017). Selanjutnya Jokowi akan memangkas menjadi 14 calon.
Sri Mulyani mengatakan, dalam penyerahan 21 calon DK OJK ini Presiden Jokowi memberikan pesan mengenai kriteria yang benar-benar dibutuhkan sebagai orang nomor satu di OJK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karena itu presiden secara sangat eksplisit mengatakan harus dicari orang-orang yang memiliki integritas yang tinggi yang dia mampu untuk menjaga kepercayaan yang memiliki profesionalisme yang tinggi dan tidak diintervensi oleh kepentingan-kepentingan di luar OJK," kata Sri Mulyani.
Menurut Sri Mulyani, Presiden Jokowi memesan agar calon DK OJK ini memiliki kemampuan untuk menjaga industri keuangan secara independen dan tidak bisa diintervensi oleh siapapun serta mampu menjaga stabilitas dan fungsi dari sektor keuangan.
Lanjut Sri Mulyani, pada saat penyerahan 21 nama calon DK OJK periode 2017-2022, Presiden Jokowi juga kembali mengingatkan Tim Pansel DK OJK menekankan keharasiaan, kepercayaan, integritas, dan kemampuan dalam menjaga kepercayaan baik dari industri maupun dari perekonomian dalam melakukan seleksi.
Selain itu, Mantan Direktur Bank Dunia ini juga mengungkapkan, Tim Pansel DK OJK periode 2017-2022 melaporkan secara detail kepada Presiden Jokowi mengenai tahapan awal hingga saat ini.
"Kami melaporkan secara sangat detail kepada bapak presiden dari seluruh proses awal seleksi ini dari mulai 882 hingga mencapai 21 yang kami sampaikan termasuk seluruh detail masukkan masyarakat dan informasi konfidensial yang diberikan kepada pansel dari instansi-instansi serta informasi mengenai apa yang terjadi di industri maupun apa yang terjadi di dalam OJK," jelasnya.
Tim Pansel DK OJK juga memberikan informasi serta latar belakang dari 21 nama calon DK OJK. Sebab, calon-calon tersebut nantinya akan diseleksi oleh Presiden Jokowi menjadi 14 nama dan akan diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk uji tes and proper tes.
"Jadi bapak presiden saat ini sudah memahami, tentu kita juga membahas tadi nama-nama atau siapa-siapa karena pasti bapak Presiden akan ditanya oleh para wartawan dan berbagai pihak mengenai hasil seleksi ini. Kami menyampaikan seluruh informasi data di dalam laporan kami kepada Presiden tadi," tandasnya. (mkj/mkj)











































