Kisah Sri Mulyani Cs Pangkas Ratusan Peminat Kursi Bos OJK

Kisah Sri Mulyani Cs Pangkas Ratusan Peminat Kursi Bos OJK

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 13 Mar 2017 15:41 WIB
Kisah Sri Mulyani Cs Pangkas Ratusan Peminat Kursi Bos OJK
Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Panitia seleksi (Pansel) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyerahkan 21 nama calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Awalnya pendaftar yang tercatat ingin menduduki kursi Dewan Komisioner OJK mencapai 882 orang dengan berbagai latar belakang pendidikan dan profesi.

Dari 882 nama yang terdaftar kemudian Pansel DK OJK menetapkan 107 nama yang lolos pada seleksi administrasi. Sebanyak 107 nama tersebut kemudian masuk ke tahap berikutnya yang dinilai dari masukan dari masyarakat, rekam jejak, dan pembuatan makalah.

Dari 107 kemudian ada 35 nama yang lolos dan mengikuti assessment dan pemeriksaan kesehatan. Kemudian 30 nama yang lolos mengikuti wawancara oleh Tim Pansel OJK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga pada akhrinya tersisa 21 nama yang diserahkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada siang tadi di Istana Negara. Sebanyak 21 nama yang diserahkan ke Jokowi merupakan mereka yang lolos dalam seleksi wawancara.

"Wawancara mencakup faktor rekam jejak mereka, kepemimpinan, skill, atau dari sisi kemampuan organisasi dan paling penting kami gali dalam adalah faktor integritas," jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Panitia Seleksi Dewan Komisioner OJK 2017-2022 di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (13/3/2017).

Sebanyak 21 nama yang sudah disampaikan ke Jokowi nantinya akan dipangkas menjadi 14 nama. Dari 14 nama tersebut nantinya akan disampaikan ke DPR untuk dilakukan fit and proper test.

"21 nama tersebut akan dipilih oleh Pak Presiden menjadi 14 nama yagn akan disampaikan DPR untuk bisa dilakukan uji fit and proper test," tutur Sri Mulyani.

Sri Mulyani menambahkan, seleksi terhadap DK OJK dilakukan sangat ketat mengingat besarnya aset industri keuangan di Indonesia yang mencapai Rp 16.000 triliun.

"Industri jasa keuangan basis penting dalam perekonomian. Industri jasa keuangan memiliki aset Rp 16.000 triliun plus market capital per Desember 2016," tutup Sri Mulyani.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo yang menjadi anggota Tim Pansel OJK juga mengutarakan hal yang sama. Menurutnya, tahap II dan tahap IV paling sulit.

Seleksi tahap II meliputi penilaian masukan dari masyarakat, rekam jejak, dan makalah. Sedangkan tahap IV adalah wawancara pada tanggal 9-11 Maret 2017 kemarin.

"Mungkin lebih spesikfik tahap I dan IV paling sulit. Karena tahap II kita betul-betul lihat rekam jejak dan masukan dari lembaga-lembaga yang punya otoritas," tutur Agus pada kesempatan yang sama. (mkj/mkj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads