Neraca Perdagangan Surplus US$ 1,32 Miliar, Ini Tanggapan BI

Neraca Perdagangan Surplus US$ 1,32 Miliar, Ini Tanggapan BI

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Rabu, 15 Mar 2017 20:54 WIB
Neraca Perdagangan Surplus US$ 1,32 Miliar, Ini Tanggapan BI
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus pada Februari 2017, terutama didukung oleh berlanjutnya surplus neraca perdagangan nonmigas. Surplus neraca perdagangan Indonesia yang tercatat sebesar US$ 1,32 miliar pada Februari 2017, lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 1,43 miliar. Surplus yang lebih rendah tersebut dipengaruhi oleh kenaikan defisit neraca perdagangan migas yang melampaui peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas.

"Bank Indonesia memandang bahwa kinerja neraca perdagangan pada Februari 2017 adalah positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam siaran pers, Rabu (15/3/2017).

"Bank Indonesia terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik, terutama yang dapat mempengaruhi kinerja neraca perdagangan serta mengupayakan agar kegiatan ekonomi domestik terus berjalan dengan baik," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Surplus neraca perdagangan nonmigas pada Februari 2017 tercatat sebesar US$ 2,55 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 1,99 miliar. Meningkatnya surplus neraca perdagangan nonmigas tersebut dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas sebesar US$ 1,31 miliar, melebihi penurunan ekspor nonmigas yang sebesar US$ 750 juta.

Penurunan impor nonmigas terutama bersumber dari turunnya impor mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik, plastik dan barang dari plastik, senjata dan amunisi, serta perhiasan/permata. Sementara itu, penurunan ekspor nonmigas terutama disebabkan oleh turunnya ekspor lemak dan minyak hewan/nabati bahan bakar mineral, besi dan baja, bijih, kerak, dan abu logam, serta tembaga.

Di sisi migas, defisit neraca perdagangan migas naik dari US$ 560 juta pada Januari 2017 menjadi US$ 1,23 miliar pada Februari 2017. Kenaikan defisit neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh peningkatan impor migas US$ 600 juta, sementara ekspor migas mengalami penurunan sebesar US$ 700 juta. (mkj/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads