Dalam RUPS Tahunan tersebut, bank pelat merah itu agi-bagi dividen tunai Rp 3,96 triliun 35% dari laba bersih tahun 2016 kepada para pemegang saham. Adapun laba bersih Perseroan tahun buku 2016 sebesar Rp 11,34 triliun atau tumbuh 25,1% dibandingkan 2015 sebesar Rp 9,07 triliun.
"Menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 yaitu senilai Rp 3,96 triliun atau 35% dari laba bersih Perseroan dan akan dibayarkan kepada para pemegang saham. Sisa 65% dari laba bersih akan digunakan sebagai saldo laba ditahan," kata Herry Sidharta, Direktur BNI di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (16/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antisipasi Naiknya Bunga The Fed
Suku bunga Amerika Serikat (AS) atau Fed Fund Rates kembali naik 25 basis poin menjadi 0,75% hingga 1%. Kenaikan ini bahkan akan kembali terjadi di bulan Juni dan Desember mendatang.
Direktur Treasury dan Internasional BNI, Panji Irawan mengaku pihaknya telah mengantisipasi kenaikan suku bunga ini dengan melakukan asuransi valuta asing atau hedging yang telah dilakukan oleh perseroan.
"Kami telah melakukan antisipasi kenaikan jauh-jauh hari dengan hedging US dolar. Sudah cukup banyak kami memiliki hedging. Jadi untuk yang mata uang dollar, sudah sebagian dihedge. Sedangkan yang rupiah kami juga sudah menerbitkan NCD (Negotiable Certificate of Deposit) Rp 2,7 triliun dan tenornya ada yang setahun, 18 bulan, 24 bulan, 36 bulan," katanya saat ditemui usai RUPS.
"Berarti dampak dari kalau ada suku bunga rupiah yang naik, sudah ada hedging yang sudah kami lakukan dengan waktu panjang," tambahnya.
Hal ini dipertegas oleh Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni. Menurutnya kenaikan suku bunga The Fed saat ini telah menjadi perhitungan perseroan, meski tetap harus melihat situasi likuiditas perbankan nasional.
"Kalau Fed itu sendiri sebenarnya sudah termasuk dalam perhitungan tingkat bunga yang ada sekarang. Tapi tentunya nanti kita lihat situasi likuiditas pasarnya seperti apa. Jadi kalau saya katakan sekarang, saat ini dengan situasi likuiditas seperti ini, kita sudah perhitungkan adanya kenaikan dari Fed," pungkasnya. (ang/ang)











































