Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menjelaskan, program Aksi Pangan merupakan sinergi kebijakan dalam mengakselerasi inklusi keuangan guna mewujudkan kedaulatan pangan.
"Program ini upaya OJK bersama kementerian terkait dan pelaku industri jasa keuangan untuk percepat pembiayaan sektor pangan khususnya pada sebelas komoditi utama pangan," tuturnya di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar, Jumat (24/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Danang Sugianto |
"Program ini juga memanfaatkan penerapan teknologi informasi untuk budidaya pertanian, penanganan paska panen, distribusi sampai dengan teknologi penjualan dan literasi keuangan. Mereka juga akan didampingi secara intensif," imbuhnya.
Program Aksi Pangan diikuti oleh 23 pelaku industri keuangan baik bank maupun non bank, serta 3 perusahaan fintech yang memiliki bisnis inti di sektor pertanian dan pangan.
"Nah Kabupaten Lima Puluh Kota ini dipilih karena kabupaten ini yang sudah berhasil menerapkan pembiayaan rantai nilai di sektor pangan. Tempat ini juga menjadi sentra peternakan sapi simental, salah satu penghasil kakao terbesar, serta petani di wilayah ini juga pernah dapat penghargaan nasional di bidang ketahanan pangan," pungkasnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Provinsi Sumbar Irwan Prayitno serta perwakilan perbankan terkait. (mkj/mkj)












































Foto: Danang Sugianto