Minim Salurkan KUR ke Sektor Produktif, Siap-siap Plafon Dicabut

Minim Salurkan KUR ke Sektor Produktif, Siap-siap Plafon Dicabut

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 24 Mar 2017 15:47 WIB
Minim Salurkan KUR ke Sektor Produktif, Siap-siap Plafon Dicabut
Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Lima Puluh Kota - Pemerintah tahun ini menetapkan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 110 triliun. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan realisasi penyaluran KUR di 2016 sebesar Rp 94,4 triliun.

Selain meningkatkan plafon penyaluran KUR, pemerintah juga ingin agar penyaluran KUR bisa difokuskan untuk sektor produktif. Sebab selama ini penyaluran KUR didominasi ke sektor perdagangan.

"KUR untuk produksi itu hanya 22%, sisanya pedagang. Pedagang produktif juga tapi jangan terlalu banyak," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar, Jumat (24/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun ini pemerintah menginstruksikan kepada para penyalur KUR seperti perbankan dan industri jasa keuangan lainnya, agar menyalurkan 40% dari total plafon KUR ke sektor produktif.

Pemerintah bahkan mengancam kepada para penyalur KUR jika tidak memenuhi target tersebut maka tidak akan lagi diberikan kewenangan untuk menyalurkan KUR.

"Kalau mulai melebihi lagi, kita tidak naikkan lagi plafonnya. Jangan tinggi untuk pedagang atau kita stop plafonnya," tegas Darmin.

Menurut Darmin, para UMKM di sektor produktif jauh lebih membutuhkan pendanaan dari kredit yang memiliki bunga 9% tersebut. Selain itu, sektor produktif juga memiliki multiplier effect yang lebih besar.

"Kalau pedagang, apalagi levelnya sudah tinggi, jangan pinjam KUR, pinjam lah kredit komersial," tukasnya. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads