Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan penghentian penyaluran kredit ini dihentikan sementara kepada pegawainya, bukan kepada perusahaannya. Misalnya penyaluran pinjaman karyawan untuk keperluan kredit mobil hingga pengambilan kredit untuk rumah.
"Kredit masih kita hold, tapi ini hubungan kami kepada pegawainya, bukan kepada Freeportnya. Semua sebagai pegawai dengan kredit mobil, rumah, kita hold karena belum jelas sumber pembayarannya, murni situasional," ujar Rohan, di Kemenaker, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia tidak mengetahui pasti berapa nasabah pegawai Freeport yang mendapatkan pinjaman kredit kemarin, ia memperkirakan jika pinjaman untuk membeli KPR rumah Rp 300-500 juta maka ada sekitar 2.000 pegawai yang mengajukan pinjaman KPR ke Mandiri.
Ia memastikan, bank pelat merah itu belum akan membuka kredit baru untuk pegawai Freeport lantaran belum ada kepastian pendapatan gaji kepada pegawainya. Ia belum mengetahui akan menghentikan sementara sampai kapan karena tergantung situasional.
"Di-hold, jadi kalau ada yang minta kredit rumah atau mobil baru tidak kita berikan ini sementara waktu. Nanti kalau mulai lagi, ini kan hubungan kami dengan pegawai,"ungkapnya.
Akan tetapi, dari Rp 600 miliar yang disalurkan itu tidak akan disetop, melainkan akan diteruskan. Hal itu menurutnya merupakan risiko bisnis. Namun, meski begitu dia belum melihat adanya laporan terjadi kredit macet akan tetapi dia akan menjaga agar posisi kredit macet atau non performance loan (NPL) tetap terjaga sesuai target Mandiri.
"Yang sudah berjalan ya enggak papa, itu lah risiko bisnis, force majoure," ungkapnya. (ang/ang)











































