Namun begitu pemahaman mengenai pentingnya memiliki produk asuransi, termasuk asuransi jiwa, masih cukup rendah di kalangan masyarakat.
Menurut Penulis, Nataya Bagya, masih banyak mitos dan pandangan yang tidak tepat mengenai asuransi jiwa di kalangan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, persepsi seperti itu kurang tepat karena pada dasarnya setiap orang termasuk yang belum berkeluarga, sebaiknya memulai perencanaan keuangannya dan melindungi rencana tersebut sedini mungkin, sehingga hasilnya dapat dinikmati ketika nanti sudah semakin beranjak usia, sudah berkeluarga, serta ketika sudah memasuki masa pensiun.
Ia mengatakan, setiap individu tentu menginginkan umur panjang dan hidup yang sehat, namun kita semua tentu sepakat bahwasanya tidak ada yang bisa memastikan risiko apa yang akan terjadi di masa depan.
Oleh karena itu asuransi jiwa penting untuk dimiliki karena asuransi merupakan sebuah bentuk pengalihan risiko keuangan yang mungkin muncul ketika seseorang tertimpa musibah.
"Coba sejenak kita pikirkan. Ketika kita membeli aset secara tunai atau mencicil rumah atau mobil, umumnya kita akan memastikan bahwa aset tersebut terlindungi asuransi sehingga kalau terjadi risiko terhadap aset tersebut, maka kita sebagai pemilik mendapatkan ganti rugi. Lalu mengapa kita masih berpikir berkali-kali untuk melindungi diri kita sendiri?" tanyanya.
Sesuai dengan namanya, asuransi jiwa memiliki fungsi untuk melindungi jiwa. Pertanyaan kemudian muncul: 'Jiwa siapa yang dilindungi?' Jawabannya adalah jiwa tertanggung.
Tertanggung umumnya adalah si pemegang polis sendiri, namun bisa juga polis dimiliki oleh pemegang polis namun tertanggungnya adalah anggota keluarga lainnya.
Secara umum, pihak tertanggung akan mendapatkan sejumlah uang dari perusahaan asuransi apabila yang bersangkutan mengalami kecelakaan, dan/atau menderita cacat total dan tetap.
Sementara itu perusahaan asuransi jiwa juga akan memberikan sejumlah uang pertanggungan kepada ahli waris ketika si tertanggung meninggal dunia. Produk asuransi jiwa pun dapat dilengkapi dengan asuransi kesehatan, sakit kritis, dan lain sebagainya.
"Dari penjelasan sederhana di atas jelas memperlihatkan bahwa memiliki asuransi jiwa tidak melulu penting bagi pribadi yang sudah memiliki pasangan atau sudah berkeluarga. Karena ketika seseorang membeli produk asuransi jiwa maka di saat itu juga ia sudah melindungi jiwanya sendiri," ujarnya.
Walaupun saat ini masih single tapi sangat mungkin bahwa ke depannya akan berkeluarga. Selain itu, satu hal penting yang harus dipahami adalah bahwa ahli waris tidak harus selalu istri atau anak, tapi bisa juga ayah, ibu atau anggota keluarga inti lainnya, bahkan keponakan atau yayasan.
Selain perlindungan terhadap jiwa, perkembangan gaya hidup masyarakat modern juga telah mendorong munculnya produk-produk asuransi jiwa inovatif, salah satunya yang populer yaitu produk asuransi jiwa terkait investasi atau sering disebut unit-link, sebuah produk asuransi yang menggabungkan manfaat perlindungan jiwa dengan manfaat investasi.
Semakin dini si pemegang polis membeli polisnya, tidak saja ia melindungi dirinya sedini mungkin, namun semakin besar pula potensi imbal balik investasi baginya di jangka panjang.
"Tentu manfaat seperti ini sangat bisa dinikmati oleh mereka yang sudah maupun belum berkeluarga," ujarnya. (ang/dnl)











































