"Pertumbuhan kredit Citibank Indonesia rencananya adalah 11%. Fokus pada corporate dan retail yang kita harapkan bisa seimbang," tutur CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi dalam acara Exclusive Session bersama CEO Citibank Indonesia di The Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Rabu (29/3/2017).
Permintaan kredit sendiri di tahun ini diperkirakan mulai melonjak di semester II seiring berkurangnya ketidakpastian global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Permintaan kredit naik semester II tahun ini karena ketidskpastian sedikit demi sedikit berkurang. Mudah-mudahan dengan S&P upgrade akan menimbulkan optimisme besar, dan kami punya optimisme bahwa dengan adanya katalis-katalis ini juga harga komoditas sudah mulai naik," ujar Batara.
Untuk rasio Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah Citibank Indonesia di tahun 2016 berada di level 2,83%. Citibank Indonesia pun akan menjaga rasio NPL tahun ini berada di bawah 3%.
"NPL gross 2,83%, NPL nett 0,94%. Tahun ini kita targetkan untuk gross di bawah 3% dan nett di bawah 1%," kata Batara.
Batara juga memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tahun ini bisa menembus level 5.900. "Dari Citi untik indeks IHSG target 2017 5.900, menunjukan adanya optimisme," tutur Batara.
Sedangkan untuk, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di tahun ini ditargetkan tumbuh 13,1%. Pertumbuhan DPK didorong dengan adanya program tax amnesty atau pengampunan pajak yang berlangsung sampai kuartal I-2017.
"Dana murah untuk smeua perbankan tahun lalu dan kuartal I tahun ini kita punya tax amnesty. Ada pemasukan dana plus Citi Priority, sehingga yang penting lihat komposisi dana murah baik," tutur Batara. (ang/ang)











































