Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, kedua sosok tersebut memiliki kredibilitas yang baik. Keduanya juga memiliki keahlian yang berbeda.
"Dalam hal ini Pak Wimboh kan ex Bank Indonesia, jadi keahlian beliau banyak di arah moneter dan kebijakan makro. Kalau Pak Sigit kan background-nya perbankan jadi mungkin pemahaman mengenai perbankannya kuat. Jadi masing-masing punya kelebihan sendiri-sendiri dan nanti kita lihat saja menurut DPR kebutuhan untuk tantangan OJK ke depan yang mana. Menurut kami dua-duanya bagus," tuturnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (30/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peran dewan komisioner kan beragam. Kalau ketuanya kan lebih ke atas. Kalau yang lainnya kan lebih ke bawah. Jadi kalau di ketua DK mungkin pemahaman mengenai makro dan prudensial serta moneter mungkin penting buat saya," imbuhnya.
Kendati begitu, lanjut Tiko, saat ini tergantung bagaimana cara pandang DPR untuk memilih sosok pimpinan OJK sesuai kebutuhan dari kondisi perekonomian saat ini.
"Artinya OJK ini lebih difokuskan ke mana? Apakah lebih ke peran OJK dalam membantu stabilitas moneter dan kebijakan makro pemerintah atau lebih ke pengawasan detail ke dalam," pungkasnya. (mkj/mkj)











































