Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan mengatakan, penerbitan sukuk global Indonesia yang ke delapan kalinya sejak 2009 ini berhasil menarik minat dari berbagai kelompok investor domestik dan internasional. Bahkan penawaran investor sangat membludak mencapai US$ 10,8 miliar.
"Distribusi investornya, by geografi, untuk yang tenor lima tahun itu yang paling besar adalah Asia sebesar 28%, exclude Indonesia dan Malaysia. Jadi itu misalnya Singapura, Hong Kong, Thailand. Kemudian yang kedua adalah middle east dan Islamic Asia seperti Malaysia sebesar 27%. Lalu 21% itu US, 14% Europe dan Indonesia 10%," katanya dalam jumpa pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (30/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun roadshow untuk mencari investor telah dilakukan ke beberapa kota pusat keuangan syariah di kawasan Asia, Eropa dan Timur Tengah. Transaksi ini mendapat respon yang sangat baik dari para investor global dan menghasilkan jumlah penawaran lebih dari US$ 10,84 miliar.
"Kita sudah delapan kali hadir di pasar sukuk global. Ini juga diapresiasi investor. Kehadiran kita menyemarakkan pasar US global sukuk di dunia," pungkasnya. (mkj/mkj)











































