Muliaman Cerita Pengalaman Pimpin OJK di Depan Industri Keuangan

Muliaman Cerita Pengalaman Pimpin OJK di Depan Industri Keuangan

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 03 Apr 2017 10:58 WIB
Muliaman Cerita Pengalaman Pimpin OJK di Depan Industri Keuangan
Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menganggap manajemen perubahan dalam menjalankan suatu perusahaan atau institusi sangat penting.

"Karena perubahan itu keniscayaan, ini dihadapi semua pihak, manajemen perubahan ini bukan monopoli industri keuangan," kata Muliaman saat membuka acara Indonesia Change Management Forum (ICMF) 2017 di Gedung Menara Merdeka, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Mengenai manajemen perubahan, kata Muliaman, kegagalan dan keberhasilan suatu perusahaan ditentukan dengan bagaimana para pegawainya mampu mengelola perubahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam mengelola perusahaan, Muliaman mengungkapkan, dibutuhkan keterampilan dalam mengantisipasi perubahan sosial.

"Kadang-kadang kita butuh keterampilan merespon perubahan ini keterampilan itu didapat dari banyak sumber, pelatihan, misalnya," tambahnya.

Seperti halnya pada saat sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di OJK, Muliaman mengaku tidak begitu memiliki minat terhadap manajemen perubahan.

Namun, ketika menjabat di OJK yang merupakan institusi baru dihadapkan dengan berbagai macam sektor pengawasan dari berbagai macam regulasi.

Bahkan, instansi yang dipimpinnya ini dihadapkan oleh suatu perubahan sosial yang begitu cepat, sehingga bagaimana kemudian OJK bisa merespon perubahan itu dengan cepat.

"Jadi kemudian OJK bisa merespon perubahan, itu mengilhami saya kalau ini diperlukan siapa saja. Apalagi kalau dibawa ke industri yang lebih lebar ini membawa kita pada stabilitas sistem keungan," ungkapnya.

Lanjut Muliaman, kegagalan suatu perusahaan akan berdampak pada kinerja industri keuangan nasional, sehingga manajemen perubahan di sektor keuangan perlu di kelola dengan baik.

"Ini bukan tema kita, unik industri keuangan, tapi ini dihadapi semua pihak. Termasuk negara. Kalau negara tidak mampu kelola perubahan yang terjadi tentu akan pengaruhi kinerja yang ada. Ide ini karena awalnya di industri keuangan kami harap kami punya kapasitas merespon. Kami harap industri keuangan terus survive, memenuhi permintaan masyarakat banyak sehingga bisa tumbuh relevan bagi pertumbuhan. Jadi ini penting bagi OJK," tandasnya. (mkj/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads