Menurutnya, hal ini disebabkan sejumlah indikator kesehatan perbankan lainnya masih menunjukkan angka yang menggembirakan. Seperti rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) per Februari ini tercatat 23,18%, rasio profitabilitas (Return on Assets/ROA) menunjukkan level yang tinggi di atas 2%. Bahkan marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) saat ini menurutnya yang tertinggi di ASEAN, mencapai 5,28%.
"NPL dalam kondisi perekonomian sekarang masih cukup tinggi 3,16%, tapi masih manageable. Apalagi kalau kita lihat nett-nya 1,23%, jauh dari batasan yang kita patok 5%. LDR (loan to deposit ratio/rasio pinjaman terhadap simpanan) juga masih 89,12%. Secara umum kondisi perbankan ini masih dalam keadaan sehat," kata Nelson dalam jumpa pers di Kantornya, Jakarta, Rabu (5/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut pengamatan saya, semua on track, baik dari likuiditas, kecukupan modal maupun kredit. Untuk Maret saja sudah tumbuh 1% dalam satu bulan penuh ini. Kalau 1% sebulan aja, mudah-mudahan target bisa tercapai," pungkasnya. (mkj/mkj)











































