Ini Euro Desain Baru, Anti Palsu dan Bebas Lemak Binatang

Ini Euro Desain Baru, Anti Palsu dan Bebas Lemak Binatang

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 06 Apr 2017 10:46 WIB
Ini Euro Desain Baru, Anti Palsu dan Bebas Lemak Binatang
Foto: Dok. CNN
Jakarta - Awal pekan ini uang baru euro dirilis untuk pecahan 50 euro. Uang baru ini diklaim sangat aman dan bebas lemak binatang.

Memangnya selama ini euro dibuat pakai lemak binatang? Benar, ada kandungan tallow (lemak sapi atau domba) dalam proses pembuatannya.

Nah untuk pecahan 50 euro baru yang bergambar Europa, tokoh mitologi Yunani, sekarang sudah bebas dari lemak binatang. Cocok dipakai oleh para vegan bukan?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dikutip dari CNN, Kamis (6/4/2017), pembuatan uang baru euro ini menggunakan bahan kertas fiber murni, tak lagi melibatkan bahan yang terbuat dari binatang.

Berbeda dengan pecahan 5 poundsterling yang masih mengandung tallow. Mata uang Britania Raya ini sempat diprotes oleh para vegan, vegetarian, bahkan kelompok penyayang binatang.

Ada petisi yang menolak penggunaan bahan binatang dalam pembuatan uang. Hasilnya terkumpul 130.000 tanda tangan yang setuju dengan petisi itu.

Bank of England pun bersedia menampung ide tersebut dan saat ini sedang mengkaji penggunaan minyak sawit untuk pengganti lemak binatang di masa mendatang.

Pecahan 50 euro mewakili 45% total uang euro yang beredar. Sekarang ada sekitar 9 miliar lembar yang disebar, jauh lebih banyak dari pecahan 5, 10, 20 euro digabungkan.

Selama ini, pecahan 50 euro jadi yang paling sering dipalsukan. Nah, desain yang baru ini diklaim sangat sulit dipalsukan karena desainnya yang unik.

European Central Bank (ECB) memberi tahu cara membedakan antara euro asli dan palsu. Mirip seperti uang rupiah, yaitu diraba, diterawang, dan lihat bagian hologramnya.

Uang euro baru ini juga mempunyai gambar tersembunyi, mirip seperti di rupiah baru, yang hanya bisa dilihat menggunakan sinar ultraviolet.

Saat ini uang euro digunakan oleh 338 juta orang di 19 negara anggota Uni Eropa. (ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads