Gubernur Bank Sentral Ukraina Mundur, Karena 'Ditekan' Konglomerat

Gubernur Bank Sentral Ukraina Mundur, Karena 'Ditekan' Konglomerat

Wahyu Daniel - detikFinance
Senin, 10 Apr 2017 17:09 WIB
Gubernur Bank Sentral Ukraina Mundur, Karena Ditekan Konglomerat
Foto: AFP PHOTO/ GENYA SAVILOV
Kiev - Gubernur bank sentral Ukraina, Valeriya Gontareva, yang terkenal sebagai sosok reformis, mengajukan pengunduran dirinya pada hari ini. Alasan mundurnya Gontareva karena tekanan dari taipan yang banknya ditutup akibat melakukan transaksi dan kredit ilegal.

"Saya secara sukarela mengajukan pengunduran diri kepada presiden Ukraina, efektif 10 Mei," kata wanita 52 tahun ini, seperti dilansir dari AFP, Senin (10/4/2017).

Gontareva sebelumnya merupakan bankir dari bank swasta. Dia mengatakan, penerusnya di National Bank of Ukraine (NBU), nama dari bank sentral Ukraina, juga akan mendapatkan tekanan yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akan ada tekanan politik kepada siapa saja yang menduduki posisi tersebut. Karena itu, saya akan mengatakan kepada penerus saya agar kuat," ujar Gontareva.

Wanita ini disebut para ekonom dan pihak barat, sebagai sosok pembersih sektor keuangan Ukraina. Bank di Ukraina selama ini dikenal sebagai 'dompet' dari perusahaan-perusahaan swasta yang dimiliki miliuner dengan posisi politik kuat.

Namun kebijakan Gontareva mendapat kritikan dari media yang dikontrol oleh pengusaha kaya. Bahkan, kalangan anggota parlemen menyatakan, Gontareva seharusnya dipenjara karena mengikuti nasihat dari International Monetary Fund (IMF), dan mengurangi dukungan pada pelemahan nilai tukar mata uang Ukraina, yaitu hryvnia.

Akhirnya terjadi pelemahan dari nilai tukar hryvnia terhadap dolar AS, dan membuat nilai tabungan masyarakat menurun. Belum lagi inflasi mencapai 50% per tahun.

Namun di sisi lain, kebijakan Gontareva ini membuat bank sentral Ukraina terhindar dari kehabisan uang. (wdl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads