"Saya secara sukarela mengajukan pengunduran diri kepada presiden Ukraina, efektif 10 Mei," kata wanita 52 tahun ini, seperti dilansir dari AFP, Senin (10/4/2017).
Gontareva sebelumnya merupakan bankir dari bank swasta. Dia mengatakan, penerusnya di National Bank of Ukraine (NBU), nama dari bank sentral Ukraina, juga akan mendapatkan tekanan yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita ini disebut para ekonom dan pihak barat, sebagai sosok pembersih sektor keuangan Ukraina. Bank di Ukraina selama ini dikenal sebagai 'dompet' dari perusahaan-perusahaan swasta yang dimiliki miliuner dengan posisi politik kuat.
Namun kebijakan Gontareva mendapat kritikan dari media yang dikontrol oleh pengusaha kaya. Bahkan, kalangan anggota parlemen menyatakan, Gontareva seharusnya dipenjara karena mengikuti nasihat dari International Monetary Fund (IMF), dan mengurangi dukungan pada pelemahan nilai tukar mata uang Ukraina, yaitu hryvnia.
Akhirnya terjadi pelemahan dari nilai tukar hryvnia terhadap dolar AS, dan membuat nilai tabungan masyarakat menurun. Belum lagi inflasi mencapai 50% per tahun.
Namun di sisi lain, kebijakan Gontareva ini membuat bank sentral Ukraina terhindar dari kehabisan uang. (wdl/ang)











































