Punya Fitur Baru, BRI Kejar DPK Valas Rp 1,56 T

Punya Fitur Baru, BRI Kejar DPK Valas Rp 1,56 T

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 10 Apr 2017 22:00 WIB
Punya Fitur Baru, BRI Kejar DPK Valas Rp 1,56 T
Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) hari ini meluncurkan fitur BritAma Valas Rencana. Fitur tersebut melengkapi produk rekening BritAma Valas.

BRI berharap dengan diluncurkannya fitur BritAma Valas Rencana bisa meningkatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam bentuk valas. Melalui BritAma Valas BRI ditargetkan bisa menghimpun DPK sebesar Rp 1,56 triliun dengan jumlah nasabah lebih dari 14 ribu nasabah tahun ini.

Kepala Divisi Mass Banking BRI Ani Hidayat menjelaskan, BritAma Valas Rencana merupakan salah satu fitur dari BritAma Valas yang bisa dipilih para nasabah yang ingin memiliki rencana keuangan untuk masa depan dalam bentuk mata uang asing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Produk ini untuk semakin memberikan kemudahan bagi nasabah BritAma Valas," tuturnya di Rumah Maroko, Jakarta, Senin (10/4/2017).

Fitur BritAma Valas Rencana saat ini hanya bisa melayani tabungan pada mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Meskipun rekening BritAma Valas sendiri sudah bisa melayani 10 mata uang asing.

Kendati begitu menurut Ani, fitur BritAma Valas Rencana sangat cocok bagi masyarakat kekinian yang sangat gemar berwisata ke luar negeri. Fitur itu juga cocok bagi nasabah yang ingin mengenyam pendidikan di luar negeri.

"Saat ini tren ke luar negeri semakin tinggi. Ini menjadi alasan kami untuk keluarkan produk ini," imbuhnya.

Menurutnya tabungan dalam bentuk valas juga memberikan keuntungan tersendiri, sebab memiliki suku bunga yang lebih tinggi. Selain itu juga memiliki fleksibilitas penetapan jangka waktu, setoran bulanan yang tetap dengan tanggal auto debet yang dapat disesuaikan dengan keinginan nasabah.

Selain itu fitur BritAma Valas juga bisa diakses dalam aplikasi mobile banking BRI. Dalam aplikasi tersebut nasabah juga bisa melakukan transfer dana dalam bentuk valas.

"Untuk transfer juga bukan hanya dalam satu mata uang, jadi bisa juga dari dolar AS ke yen Jepang," terangnya. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads