Kenaikan laba bersih ini didukung oleh langkah BNI dalam menyalurkan kredit ke sektor-sektor ekonomi produktif, terutama infrastruktur. Pada kuartal I-2017, kredit BNI tumbuh 21,4% year on year (yoy) menjadi Rp 396,52 triliun.
Direktur Perencanaan dan Operasional BNI Bob T. Ananta menuturkan, penyaluran kredit pada sektor infrastruktur menjadi pilihan terbaik karena mampu mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat dan memperluas pembangunan infrastruktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kucuran kredit yang tumbuh positif tersebut diiringi dengan pengelolaan risiko kredit yang stabil. Langkah-langkah yang diambil BNI untuk mengelola risiko tersebut antara lain dengan melakukan restrukturisasi kredit, di mana rasio kredit yang direstrukturisasi terhadap total kredit menurun dari 8,0% pada akhir tahun 2016 menjadi 7,8% pada kuartal l-2017, yang berarti terjadi perkembangan yang positif.
Sumber Laba
Laba bersih BNI terbentuk oleh Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang naik 12,3% dari Rp 6,91 triliun pada Kuartal l-2016 menjadi Rp 7,76 triliun pada Kuartal I-2017. Pencapaian Nll tersebut mendukung net interest margin (NIM) tetap terjaga pada level 5,6%.
Perolehan laba juga ditopang oleh Pendapatan Non Bunga yang naik 14,2%, dari Rp 1,96 triliun pada Kuartal l-2016 menjadi Rp 2,23 triliun pada Kuartal I-2017.
"Didukung oleh kenaikan fee based income dari trade finance, pengelolaan rekening, bisnis kartu, transaksi ATM, dan sumber pendapatan non bunga lainnya," ujar Bob.
Pencapaian ini telah mengantarkan Return on Equity (ROE) BNI ke level 16,0% meningkat dibandingkan posisi akhir tahun lalu di level 15,5%. yang mencerrninkan efektlfitas permodalan BNI dalam menciptaan laba terus meningkat.
Kredit Tumbuh
BNI mencatat pertumbuhan kuat pada penyaluran kredit Kuartal I-2017 sebesar 21,4% dari Rp 326,74 triliun pada Kuartal l-2016 menjadi Rp 396,52 triliun pada Kuartal l-2017. Sebesar 72.6% dari total kredit atau Rp 287,85 triliun disalurkan ke sektor business banking, di mana pendistribusiannya masih didominasi oleh kredit ke korporasi sebesar 23,7% dari total kredit dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 20,0%.
Khusus kredit ke BUMN mengalami pertumbuhan sebesar 37,8% (yoy) menjadi sebesar Rp 79,48 triliun.
Kredit BNI ke Bisnis Korporat tersalurkan ke sektor manufaktur sebesar 22,8% dari total kredit bisnis korporat, sektor pertanian 19,8%, transportasi, pergudangan, dan komunikasi 8,5%, konstruksi 6,2%, kelistrikan, gas, dan air 13,7%, serta pertambangan 5,9%.
"Proyek-proyek infrastruktur masih menjanjikan dengan efek berantainya yang positif antara Iain dalam meningkatkan lapangan kerja baru," tutur Bob.
Sementara itu sebesar 16,6% dari total kredit disalurkan ke sektor konsumer. Kredit konsumer BNI mengalami pertumbuhan 13,8% di mana kredit berbasis payroll menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan 118,1% (yoy). (ang/ang)











































