Bank Swasta akan Diajak Salurkan Dana Bansos

Bank Swasta akan Diajak Salurkan Dana Bansos

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 13 Apr 2017 15:05 WIB
Bank Swasta akan Diajak Salurkan Dana Bansos
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Program penyaluran bantuan sosial dalam bentuk kartu (cashless) saat ini disalurkan oleh bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Namun Bank Indonesia (BI) berencana akan memperluas bank yang menyalurkannya.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, selama ini penyaluran bansos melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) oleh Himbara terbilang tanpa kendala. Himbara yang terdiri dari PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Tabungan Negara Tbk menyalurkannya dalam satu platform yang telah terkoneksi secara menyeluruh.

"Keempat bank ini menyelenggarakan pelaksanaan pembayaran bantuan sosial program keluarga harapan melalui KKS itu melaksanakan aktifitas di platform yang sudah interconnected dan interoperated. Kita juga sudah persiapkan untuk sistem pembayaran melalui ATM misalnya, yang sebelumnya dilaksanakan oleh tiga atau empat perusahaan switching," tuturnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu penyaluran bansos sudah interconnected dan interoperated, BI berencana akan semakin memperkuat sistemnya dengan mengeluarkan aturan tentang National Payment Gateway (NPG). Aturan tersebut akan memungkinkan pengelolaan sistem pembayaran antar individu dan institusi menjadi efisien.

"Karena institusi tidak perlu punya kartu yang banyak, ATM-nya banyak, semua sudah ter-interoperated dan interconnected," imbuhnya.

Jika itu sudah tercapai, maka program penyaluran bansos lewat KKS juga bisa dilakukan oleh bank lainnya termasuk bank pembangunan daerah (BPD).

Namun BI tengah melakukan perbaikan-perbaikan sistem terlebih dahulu sebelum membukanya untuk perbankan lainnya. Dia ingin memastikan bahwa sistem tersebut aman dari segala tindak kejahatan IT perbankan.

"BI musti meyakinkan bahwa sistem ini sudah stabil dan kita tidak ingin ada bentuk risiko pengolaan baik kesiapan bank di luar Himbara untuk bergabung ataupun rentan daripada sistem karena sekarang banyak risiko cyber crime," pungkasnya (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads