Follow detikFinance
Kamis 20 Apr 2017, 17:01 WIB

Soal Penyelamatan Bumiputera, DPR akan Panggil Pengelola Sementara

Fadhly F Rachman - detikFinance
Soal Penyelamatan Bumiputera, DPR akan Panggil Pengelola Sementara Foto: dok. Bumiputera
Jakarta - Komisi XI DPR RI hari ini menggelar rapat panitia kerja (panja) terkait dengar pendapat Badan Perwakilan Anggota (BPA) AJB Bumiputera, untuk masalah yang terjadi pada perusahaan asuransi tersebut.

Anggota Komisi XI DPR, Johnny Plate mengatakan, saat ini terjadi perselisihan antara pihak Pengelola Statuter (PS), atau pengelola sementara pengganti fungsi direksi dan komisaris, yang ditunjuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan pihak Badan Perwakilan Anggota (BPA) dan Direksi nonaktif, dalam upaya penyelamatan AJB Bumiputera.

"Skema penyelamatan AJB ini yang belum disepakati antara pengelola statuter dan badan perwakilan anggota (BPA) juga direksi non aktif. Di sini mereka menyampaikan tidak setuju dengan apa yang dilakukan PS," kata Johnny usai rapat, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Salah satu yang tidak disetujui oleh BPA, ialah skema penyelamatan yang dibuat oleh PS. Seperti terkait dengan masalah penghitungan aset fisik mau pun nonfisik yang dinilai kurang sesuai dengan yang seharusnya.

Pihak BPA, kata Johny, menjelaskan salah satu kekeliruan penghitungan PS terhadap perhitungan aset nonfisik. Misalnya seperti pembiayaan pengelolaan atau pelatihan sumber daya manusia (SDM) seperti karyawan yang dimiliki AJB Bumiputera. Jika penghitungan aset pengelolaan SDM tersebut seharusnya bernilai Rp 2,8 triliun, tapi hanya dihitung sekitar Rp 40 miliar.

"Misalnya ada 28 ribu karyawan, karyawan itu dididik biaya paling tidak Rp 10 juta per orang. Kalau 28 ribu (orang) kan sudah Rp 2,8 triliun lebih. Kok dinilai cuma 40 miliar? Terlalu kecil dianggapnya," kata Johny.

Oleh karena itu, Johny mengatakan, DPR juga akan memanggil pihak PS untuk bisa mendengar pendapat dari sisi lainnya. Serta meminta supaya kedua pihak dapat saling percaya demi bisa menyelamatkan AJB Bumiputera.

"Kami juga akan bertanya kepada pengelola statuter nanti, apa yang dilakukan? apa masalah yang dihadapi? Makanya kita minta, supaya pengelola statuter dan BPA, serta direksi nonaktif, harus membangun saling percaya. Untuk menyusun roadmap penyelamatan. Kalau tidak kan repot, ini kan terlalu besar. Pada saat roadmap penyelamatannya nanti dicarikan model-model penyelamatannya," kata dia. (dna/dna)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed