Laba Bank Mandiri Naik 6,9% jadi Rp 4 Triliun

Laba Bank Mandiri Naik 6,9% jadi Rp 4 Triliun

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 25 Apr 2017 16:39 WIB
Laba Bank Mandiri Naik 6,9% jadi Rp 4 Triliun
Foto: Ari Saputra
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4,1 triliun pada kuartal pertama tahun 2017, atau naik 6,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 3,8 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, kenaikan laba di kuartal I 2017 ini terjadi karena ada pemulihan ekonomi Indonesia.

"Kemarin tahun 2016 ada tekanan berat ada NPL, sehingga dampaknya ke biaya pencadangan yang tinggi. Kalau kuartal I kita mulai melihat adanya pemulihan kinerja dan bisa kembali ke trek normal lagi," kata dia saat paparan kinerja Triwulan I 2017 di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aset bank pelat merah tersebut per Maret 2017 naik cukup tinggi yakni 14,1% atau naik menjadi Rp 1.034,3 triliun dari posisi sebelumnya di Maret 2016 sebesar Rp 906,7 triliun.

Sementara untuk kredit sepanjang kuartal I 2017 yakni sebesar 656,2 triliun atau naik 14,6%. Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 11,6% menjadi Rp 731,1 triliun.

Sementara rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) secara gross Bank Mandiri 2016 naik jadi 3,98% dari 3,18%.

Transaksi e-Money Tembus Rp 1,2 Triliun

Penggunaan uang elektronik PT Bank Mandiri (Persero) atau e-money dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hal ini seiring dengan semakin banyaknya pengguna uang elektronik lewat kartu yang diterbitkan tersebut.

Direktur Digital Banking dan Teknologi Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans, mengungkapkan ada kenaikan nilai transaksi sebesar 55,3% di kuartal pertama 2017 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Ada peningkatan 55,3% nilai transaksi kartu pra bayar Bank Mandiri yakni sebesar Rp 1,21 triliun di kuartal I 2017, dari sebelumnya Rp 779,3 miliar di kuartal I 2016," terang Rico.

Sementara dari sisi jumlah transaksinya, lanjut dia, juga mengalami peningkatan sebesar 43,3% di kuartal pertama 2017. Dari kuartal I tahun 2016 sebanyak 80,1 juta transaksi, menjadi 114,8 juta transaksi di periode yang sama tahun 2017.

Diungkapkannya, penggunaan maupun jumlah transaksi kartu pra bayar Mandiri mengalami pertumbuhan pesat dari tahun ke tahun.

"Untuk jumlah transaksinya dari tahun 2010 ke 2016 ada peningkatan 25 kali lipat. Dari 15,2 juta transaksi menjadi 385,7 juta transaksi di 2016," terang Rico (idr/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads