Gubernur BI Optimis Rupiah Bisa Kembali ke Rp 8.800/US$

Gubernur BI Optimis Rupiah Bisa Kembali ke Rp 8.800/US$

- detikFinance
Senin, 25 Apr 2005 17:08 WIB
Jakarta - Meski melemah hingga ke level Rp 9.700 per dolar AS, namun Gubernur BI Burhanuddin Abdullah tetap optimis pada akhir tahun 2005, nilai tukar Rupiah akan kembali berada di kisaran Rp 8.800 atau 8.900 per dolar AS. "Juni tahun lalu, Rupiah mencapai Rp 9.600 per dolarnya. Tetapi sejalan dengan perbaikan ekonomi dia bisa menguat ke Rp 8.900 per dolar AS. Jadi begitulah perilaku harga. Sekarang melemah Rp 9.600, nanti menguat ke level Rp 8.900," kata Burhanuddin.Pernyataan Burhanuddin itu disampaikan disela-sela acara International conference on promoting financial accountability in managing fund related to tsunami, conflict to other disaster di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (25/4/2005).Penguatan Rupiah menurut Burhanuddin, merupakan hal yang wajar dan reasonable. Pertumbuhan ekonomi yang bagus ditambah masuknya investasi diyakini akan membuat Rupiah bisa menguat. Menurut Burhanuddin pelemahan Rupiah, salah satu penyebabnya adalah kurangnya instrimen untuk memfasilitasi kebutuhan dana dalam jangka waktu 3 atau 6 bulan. "Itu membuat pasar sesak, sehingga Rupiah merosot. Inilah beberapa hal yang sedang kita pikirkan," ujarnya.Saat ditanya mengenai mekanisme BI untuk menjaga Rupiah, Burhanuddin enggan berkomentar. "Kita akan rapatkan besok. Mungkin semacam swap," tegasnya. Burhanuddin mengakui, pelemahan Rupiah akan membawa dampak pada peningkatan inflasi. Dijelaskan, satu persen pelemahan Rupiah, akan menambah inflasi sebesar 0,23 persen. Ditegaskan, dengan menyerap likuiditas dan tidak ada spekulasi dolar, maka Rupiah akan membaik. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads