Pasalnya, pertemuan ini akan banyak dihadiri oleh para petinggi dan pembuat kebijakan dunia, akademisi hingga para Menteri.
"Kita akan perkenalkan dan persiapkan dari sekarang sampai 2018 nanti, sehingga berbagai objek wisata akan lebih siap menerima berbagai tamu yang akan datang. Itu tidak hanya akan ke Bali saja, tapi juga ke daerah wisata lainnya. Apakah Labuan Bajo, Borobudur, Tana Toraja, Raja Ampat, Toba dan lainnya," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam jumpa pers usai acara High Level International Seminar di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam seminar ini ditunjukkan bahwa Indonesia dan ASEAN telah bergerak jauh ke depan dan sangat berbeda dibandingkan saat krisis tahun 1997/1998 lalu. Dalam seminar dipaparkan bahwa Indonesia dan region ASEAN merupakan kawasan yang cukup progresif dalam melakukan reformasi dan tahan terhadap gejolak-gejolak yang ada.
"Jadi ini juga menunjukkan bahwa Indonesia adalah kawasan ekonomi yang progresif, yang reform dan juga akan kita lakukan program promosi wisata kita," pungkasnya. (mkj/mkj)











































