Follow detikFinance
Sabtu 29 Apr 2017, 10:45 WIB

Calonnya Sudah Ada, Kapan Holding BUMN Keuangan Dibentuk?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Calonnya Sudah Ada, Kapan Holding BUMN Keuangan Dibentuk? Foto: Ardan Adhi Chandra
Bogor - Kementerian BUMN berupaya merampungkan holding jasa keuangan. Sebelumnya, pada akhir 2016 lalu pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2016.

PP tersebut merupakan Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas

Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan, Gatot Trihargo, menyebutkan holding jasa keuangan sudah siap dibentuk dan sudah beberapa kali sosialisasi ke para pegawai BUMN jasa keuangan.

"Holding perbankan secara internal kita sudah siap sebenarnya dan sosialisasi yang ada pada serikat pekerja sudah dilakukan tahun lalu," jelas Gatot dalam Media Gathering Kementerian BUMN di Wikasatrian, Bogor, Jumat (28/4/2017).

Gatot menambahkan, Bank Indoneska (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Keuangan pun sudah merestui pembentukan holding BUMN jasa keuangan tersebut.

"Secara kelembagaan kami sudah dengan OJK, BI, Kemenkeu secara umum mereka setuju dengan holding yang ada dan dari Kemenkeu ada tambahan bagaimana dengan Bahana pembinaan ke depan akan ke aset manajemen di holding," kata Gatot.

Holding BUMN jasa keuangan nantinya akan dipimpin oleh Danareksa yang menjadi induk dari 4 bank BUMN, BRI, BNI, BTN, dan Bank Mandiri. Serta dua BUMN jasa keuangan lainnya seperti PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

"Untuk tahap awal kita akan 6 perusahaan saja yang sudah on the right track ikuti pipeline Kementerian BUMN," ujar Gatot.

Proses pembentukan holding BUMN jasa keuangan, lanjut Gatot, sudah sampai di Kementerian Keuangan dan diharapkan Mei mendatang siap dibentuk.

"Mei kita sudah siap dari sisi internal kita dan semua masukan yang ada," tutur Gatot.

Pembentukan holding BUMN jasa keuangan nantinya diharapkan bisa menekan biaya alias efisiensi, salah satunya karena integrasi ATM antar bank Himbara yang sejak beberapa waktu lalu sudah ramai ditemukan di beberapa titik.

Selain itu, pembentukan holding BUMN jasa keuangan diharapkan bisa meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia yang ditargetkan mencapai 75% di 2019.

"Kita ingin perkuat basis di dalam negeri 36% mengarah 75%," ujar Gatot. (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed