Triwulan I 2005
BNI Raih Laba Rp 911 Miliar
Selasa, 26 Apr 2005 13:15 WIB
Jakarta - BNI pada triwulan I 2005 berhasil mencatat laba sebelum pajak Rp 911 miliar, atau naik 19,28 persen dibandingkan triwulan I 2004. Pencapaian ini berarti melebih target BNI sebesar Rp 906 miliar. Menurut corporate secretary BNI Maruli Pohan dalam siaran persnya, Selasa (26/4/2005), kenaikan laba itu terutama dipicu oleh turunnya beban PPAP atau biaya penyisikan sebesar 49,98 persen dan juga ditunjang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih.BNI mencatat selama triwulan I 2005 Beban penyisihan (PPAP) turun 49,98 persen menjadi Rp 303 miliar dengan rasio pemenuhan PPAP sebesar 156,87 persen. Turunnya PPAP tetap dijaga sesuai kebijakan BNI untuk menjaga jumlah PPAP dibandingkan NPL pada level diatas 100 persen. Pendapatan Bunga Bersih BNI naik tipis 3,58 persen dibandingkan pencapaian triwulan I 2004, menjadi Rp 1,72 triliun. Kenaikan yang relatif kecil ini disebabkan kenaikan pendapatan bunga sebesar 6,19 persen, yang lebih rendah dibandingkan kenaikan beban bunga 9,19 persen. Dijelaskan, kenaikan pendapatan bunga yang kecil itu merupakan dampak meningkatnya biaya dana secara umum di pasar, akibat kenaikan suku bunga Fed yang diikuti oleh kenaikan suku bunga SBI. Peningkatan tingkat suku bunga pasar ini tidak direspon oleh BNI dengan menaikkan tingkat bunga pinjaman. Namun BNI tetap dapat mempertahankan Net Interest Margin (NIM) pada tingkat 5,45 persen, yang berarti sama dengan tahun sebelumnya. Hal ini berkat strategi struktur pendanaan yang berhasil menjaga keseimbangan sumber dana mahal dan murah, sehingga total beban bunga relatif rendah.Sementara beban operasional naik 22,28 pern dari Rp 791 miliar pada triwulan I/2004 menjadi Rp 967 miliar. Komponen terbesar dari Beban Operasional adalah Beban SDM, yang meningkat 18,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 520 miliar, akibat adanya kenaikan konjungtur pada komponen gaji pegawai. Selain itu juga terjadi kenaikan pada Beban Promosi (130,99 persen) serta Beban Administrasi dan Umum (22,30 persen) yang antara lain disebabkan pelaksanaan fase lanjutan implementasi corporate identity yang dilaksanakan secara bertahap di outlet-outlet BNI. Total Aktiva per 31 Maret 2005 mencapai Rp 134,68 triliun, naik 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2004. Meningkatnya aktiva terutama didorong oleh pertumbuhan pinjaman, yang outstanding-nya mencapai Rp 59,58 triliun, atau naik 24,83 persen dari Rp 47,73 triliun pada akhir Maret 2004.Jumlah obligasi Pemerintah, selama periode 31 Maret 2004 hingga 31 Maret 2005, BNI telah melepas Obligasi Pemerintah sebesar Rp 6,48 triliun, sehingga jumlah Obligasi Pemerintah menjadi Rp 33,78 triliun (tidak termasuk obligasi yang diperdagangkan) pada akhir periode.Dana pihak ketiga pada akhir triwulan I/2005 naik 4,89 persen menjadi Rp 102,01triliun dari Rp 97,25 triliun di tahun sebelumnya. Sementara berkaitan dengan turunnya tingkat pengembalian instrumen investasi reksadana secara tidak langsung juga menyebabkan mengalirnya dana masyarakat kembali ke perbankan. Kinerja lainnya, Rasio profitabilitas yaitu ROA dan ROE menunjukkan perbaikan, dari 2,41 persen dan 29,51 persen pada akhir Maret 2004 menjadi 2,74 persen dan 30,27 persen pada akhir Maret 2005.Sedangkan rasio kecukupan modal (CAR) yang sudah memperhitungkan risiko pasarterpelihara pada level 18,88 persen, jauh lebih tinggi dari persyaratan minimum Bank Indonesia sebesar 8 persen.
(qom/)











































