BI: Ekonomi RI Tumbuh 5,01% Belum Terlalu Menggembirakan

BI: Ekonomi RI Tumbuh 5,01% Belum Terlalu Menggembirakan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 05 Mei 2017 15:54 WIB
BI: Ekonomi RI Tumbuh 5,01% Belum Terlalu Menggembirakan
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Ekonomi Indonesia tumbuh 5,01% pada kuartal I-2017. Realisasi tersebut sedikit di atas proyeksi Bank Indonesia (BI) yang tadinya di bawah 5% tapi masih tidak terlalu menggembirakan.

"Overall kami meliat bahwa kuartal I 5,01% lebih baik dari estimasi BI tapi dibandingkan harapan pemerintah belum terlalu menggembirakan," ungkap Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara di Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Beberapa hal, kata Mirza menjadi sorotan serius. Bila dilihat secara kawasan, maka lebih separuh ekonomi masih berada di Jawa. Sebesar 58,49% dari total ekonomi itu berada di Jawa, dengan pertumbuhan 5,66%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ekonomi terbesar masih ada di Jawa," ungkap Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, dalam konferensi pers di Kantor Pusat, Jakarta, Jumat (5/5/2017).


Porsi terbesar berada di Sumatera dengan 21,95% yang masih tumbuh 4,05%. Menurut Mirza, Sumatera masih perlu digenjot agar ekonomi bisa tumbuh lebih tinggi lagi dari sekarang.

"Memang kalau dilihat apakah bagus apa belum Sumatera, belum terlalu bagus. Kalau dibanding 2 tahun 2015 saat kondisi harga tambang perkebunan sempat terendah, Sumatera hanya tumbuh 3%," jelasnya.

Sulawesi memegang peranan 5,94%, namun ekonominya mampu tumbuh paling tinggi yaitu 6,87%. Maluku dan Papua porsinya 2,26% dengan pertumbuhan 4,16%. Selanjutnya Kalimantan dengan porsi 8,33%, pertumbuhannya mencapai 4,92%.

"Kalimantan 4,92% . Ini bagus karena Kalimantan sempat negatif," imbuhnya.

Bali dan Nusa Tenggara memiliki porsi 3,03%, tumbuh lebih rendah yaitu 2,36%. Khusus untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, ada kontraksi 4,11% karena pengurangan produksi PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

"Bali dan NTT hanya tumbuh 2,36% bisa dibilang terkena dampak Amman," tegas Mirza.


Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Lapangan Usaha

Berdasarkan sektoral, maka pertanian tumbuh sampai dengan 7,12% dengan distribusi 13,59%. Faktor pendukungnya adalah masa panen raya yang telah berlangsung sejak Februari 2017.

Mirza meminta pemerintah agar serius memperhatikan industri pengolahan, yang hanya tumbuh 4,21%. Menurutnya, realisasi tersebut masih rendah untuk ekonomi seperti Indonesia sebagai basis manufaktur.

"Kalo keinginan Presiden, pemerintah pusat dan daerah lakukan permudah perizinan usaha, itu saya rasa kalau bisa signifikan itu bagus. Manufaktur 20% dari ekonomi," paparnya.


Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Pengeluaran

Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,93% di kuartal I-2017. Sedangkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 4,81% dan konsumsi pemerintah yang berada di level 2,71%. "Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,93% sedikit di bawah nasional. Harusnya di atas 5%," imbuhnya.

Komponen pengeluaran lainnya, seperti ekspor juga alami pertumbuhan yang positif 8,04%. "Ekspor bagus terhadap PDB tumbuh 8%, impor 5,02%. Mulai ada recovery. Tapi belum terlalu strong," tukasnya. (mkj/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads