Follow detikFinance
Rabu 17 May 2017, 18:08 WIB

Iuran Program Jaminan Pensiun di RI Lebih Rendah dari 4 Negara Ini

Raras Prawitaningrum - detikFinance
Iuran Program Jaminan Pensiun di RI Lebih Rendah dari 4 Negara Ini Foto: Dok. BPJS TK
Jakarta - Iuran jaminan pensiun yang sangat rendah diyakini dapat berakibat fatal bagi keberlangsungan program jaminan pensiun di Indonesia. Hal ini diungkapkan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto.

Dalam keterangan tertulis dari BPJS Ketenagakerjaan, Rabu (18/5/2017), Agus mengatakan iuran jaminan pensiun di Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara di Eropa.

"Saat ini besaran iuran hanya 3% dari upah yang dilaporkan. Sementara di Eropa, Spanyol misalnya, mencapai 28,3% yang juga merupakan kontribusi dari pekerja dan pemberi kerja," ujar Agus dalam Seminar Pensiun Nasional di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan kondisi empat negara yang melakukan reformasi jaminan pensiun dan mendapat respons yang berbeda dari masyarakatnya.

"Jepang dan Korea Selatan serta Yunani dan Brasil merupakan contoh yang penting agar pelaksanaan jaminan pensiun di Indonesia dapat berjalan dengan sukses," ujar Agus.

Tren kepesertaan jaminan sosial di keempat negara tersebut menuai protes dari masyarakatnya. Namun Korea Selatan dan Jepang dapat mengantisipasi gerakan tersebut dengan program Komunikasi Pensiun yang efektif. Sedangkan Yunani dan Brasil menuai kericuhan di dalam negeri.

"Sebelum Juli 2015, kata pensiun identik dengan profesi PNS, TNI, POLRI, dan pegawai pemerintahan. Tapi pasca berlakunya jaminan pensiun pada saat itu, uang pensiun yang memadai bisa didapatkan oleh pekerja swasta juga," papar Agus.

Maka bisa dikatakan, tren kepesertaan jaminan pensiun yang mengalami peningkatan secara signifikan belum dapat dijadikan indikator keberhasilan penerapan jaminan pensiun di Indonesia. Masih ada disharmonisasi regulasi, kurang optimalnya penegakan regulasi, dan minimnya kesadaran pekerja dan pemberi kerja dalam menerapkan jaminan pensiun.

Sebenarnya, pemanfaatan jaminan pensiun bisa ditingkatkan dengan program pensiun dari pemberi kerja atau program pensiun individu.

"Kolaborasi antara program jaminan pensiun dengan program pensiun dari pemberi kerja atau individu sangat dimungkinkan, yaitu dengan skema top-up. Artinya, perlindungan dasar dari BPJS Ketenagakerjaan, yaitu jaminan pensiun harus terpenuhi dulu, baru kemudian dikolaborasi dengan dana jaminan pensiun lainnya," kata Agus.

Kini adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan masa pensiun yang baik. Pasalnya, Indonesia sedang menikmati bonus demografi di mana para pekerja usia produktif masih sangat besar.

"Kita harus persiapkan sebaik mungkin skema jaminan pensiun yang tepat agar di kemudian hari, bonus demografi yang sekarang dinikmati malah menjadi bencana demografi," ucap Agus.

(nwy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed