Follow detikFinance
Jumat 19 May 2017, 11:35 WIB

Ada Gerbang Pembayaran Nasional, Transaksi di RI Masih Libatkan Asing?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ada Gerbang Pembayaran Nasional, Transaksi di RI Masih Libatkan Asing? Foto: Ari Saputra
Jakarta - Gerbang pembayaran nasional atau national payment gateway (NPG) sudah memasuki tahap uji coba dan akan diimplementasikan pada Juli mendatang.

Apa saja keuntungan yang didapatkan nasabah ketika NPG sudah diterapkan?

Kepala Pusat Program Transformasi BI, Onny Widjanarko mengatakan jika NPG sudah dijalankan maka masyarakat bisa melakukan transaksi non tunai di dalam negeri dari bank manapun, menggunakan alat dan saluran apapun secara efisien.

"Jika sudah efisien, bukan tidak mungkin biaya-biaya bisa lebih rendah, biaya transfer antar bank misalnya," ujar dia saat dihubungi detikFinance, Selasa (16/5/2017).


Sebagai contoh, saat ini biaya transaksi pengiriman uang secara online di salah satu bank BUMN masih dikenakan biaya Rp 6.500, kemudian transfer antar bank via real time gross settlement Rp 25.000, transfer antar bank via jaringan LINK/ATM Bersama/Prima Rp 5.000.

Dia juga menyebutkan, untuk tahap pertama implementasi NPG adalah membuat kartu debit bank A bisa diterima di seluruh merchant atau toko yang menyediakan pembayaran menggunakan mesin EDC.

Diharapkan, dengan NPG EDC di merchant bisa memproses berbagai jenis kartu debit.

"Sehingga kami perkirakan jumlah EDC yang ada di merchant bisa berkurang, sekarang kalau dilihat mesin EDC nya banyak kan, berjajar di meja kasir," ujarnya.

Onny menjelaskan, NPG juga dapat mendukung peningkatan jumlah penerbit, alat pembayaran dan sistem pembayaran ritel domestik yang inovatif. NPG juga diharapkan bisa meningkatkan ketahanan, kemandirian dan meningkatkan daya saing industri sistem pembayaran nasional.


Selama ini kartu debit dan kredit di Indonesia masih menggunakan jaringan internasional dari perusahaan asing yang pemrosesan data pembayaran dilakukan di luar negeri.

Nantinya, dengan NPG seluruh pemrosesan data pembayaran dilakukan di Indonesia. Dengan ini BI mengharapkan bisa terjadi efisiensi dan kedaulatan sistem pembayaran nasional. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed