Tujuh BUMN itu yakni PT POS Indonesia (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Balai Pustaka (Persero), PT Primissima (Persero), PT INTI (Persero), PT Telkom (Persero), dan Perum Percetakan Negara. "Kami berharap MoU ini (manfaatnya) berdampak nyata," ujar Direktur Utama BRI, Suprajarto.
Upaya memperkuat sinergi ini sejalan dengan Peraturan Menteri BUMN Per-05/MBU/2008 Jo Per-15/MBU/2012, yang mengatur mekanisme penunjukan anak perusahaan dan perusahaan terafiliasi BUMN. "Hal-hal yang (belum dikerjasamakan) bisa gali lebih lanjut," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suprajarto menyebut MoU ini bertujuan menjalin kerjasama yang efisien, efektif, kompetitif, transparan, adil, wajar, dan akuntabel antar BUMN. Sehingga bisa berdampak positif buat masing-masing BUMN.
"Sesuai tagline-nya, kami ingin agar BUMN semakin hadir untuk negeri," ungkapnya.
Menurut Suprajarto, dengan kerjasama ini bukan tak mungkin membuka peluang usaha baru, yang selama ini belum dilirik sejumlah BUMN. Sementara untuk MoU ini, bentuk nyatanya bisa dilihat dari pengadaan barang dan jasa Bank BRI, yang nantinya bisa dipasok unit BUMN lainnya.
Corporate Secretary BRI, Hari Siaga Amijarso, melanjutkan MoU antar BUMN ini merupakan langkah strategis, dalam mengoptimalkan potensi bisnis dengan prinsip saling menguntungkan antar BUMN.
"Harapan kami bisa tercipta efisiensi bisnis masing-masing pihak," lugasnya.
Dia mengakui pengadaan barang dan jasa adalah unsur vital di tubuh BUMN. Diharapkan dengan adanya MoU, antar BUMN bisa terjalin fleksibilitas, dan mampu mempercepat jangka waktu pengadaannya.
"Sehingga bisa meningkatkan nilai lebih pihak-pihak yang terlibat," tutupnya. (dna/dna)











































