Di tahun 2019, pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan mencapai 75%, salah satunya dengan membuat Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan inklusi keuangan hingga 75% di 2019 dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos) non tunai menggunakan kartu. Dengan ini, semakin banyak masyarakat yang memiliki akses terhadap perbankan.
"Kita galakan dan satu per satu mengubah semua kegiatan bantuan pemerintah menjadi bantuan pemerintah yang menggunakan sektor keuangan. Sifatnya non tunai tapi disalurkan melalui bank atau menggunakan kartu," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam Peluncuran Survei Inklusi Keuangan SOFIA di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan semakin mudahnya akses masyarakat ke bank, diharapkan perolehan modal untuk memulai usaha juga terbuka semakin lebar.
"Tidak hanya sekadar menabung, tapi juga untuk meminjam, tapi untuk kegiatan yang produktif dan mempercepat mereka menjauh dari garis kemiskinan dan yang penting pemerintah memberikan dukungan penuh kepada pelaksanaan KUR itu sendiri," kata Bambang.
Bank juga didorong untuk melakukan ekspansi dengan membuka layanan di daerah terpencil. Pelayanan bank di daerah terpencil tidak melulu dilakukan dengan membuka kantor cabang yang membutuhkan modal besar.
Bank didorong untuk memberikan kredit mikro untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dalam memulai atau memperluas usahanya hingga meningkatkan layanan digital dan menambah agen bank di banyak daerah yang masih minim tersentuh bank.
"Jadi menurut saya inklusi keuangan tidak harus dengan cara menambah cabang, inklusi keuangan bisa dilakukan dengan cara digital dan inklusi keuangan bisa dilakukan dengan agen banking," tutup Bambang. (dna/dna)











































