Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menjelaskan kontribusi program JKN terhadap perekonomian sebesar Rp 152,2 triliun di tahun 2016 dan akan terus tumbuh bahkan hingga 90% hingga tahun 2021 sebesar Rp 289 triliun.
Kontribusi tersebut meliputi Jasa Kesehatan Pemerintah yang pada 2016 menyumbang Rp 57,9 triliun, lalu industri produk farmasi sekitar Rp10,1 triliun, industri makanan dan minuman sebesar Rp 17,2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, program JKN menciptakan lapangan kerja bagi 1,45 juta orang pada 2016 lalu dan prediksi tersebut dianggap akan terus meningkat 56% menjadi 2,26 juta orang pada tahun 2021.
Pada 2016 lalu, lapangan kerja di bidang Jasa Kesehatan Pemerintah 864 ribu orang, sedangkan pada industri produk farmasi sekitar 27,2 ribu orang dan pada industri makanan dan minuman 34,1 ribu orang.
"Belum lagi pada penciptaan tenaga kerja. Karena melalui program ini, akan membuka lapangan kerja baru di hampir seluruh sektor sehingga akan menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. Tentu ini akan menyumbang pada pertumbuhan perekonomian nasional," terangnya. (hns/hns)











































