Sektor Pertambangan Sumbang Kredit Bermasalah Perbankan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 24 Mei 2017 19:37 WIB
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perbankan mengalami tren peningkatan. Bank Indonesia (BI) menyebutkan, kontribusi NPL perbankan datang dari sektor pertambangan.

Dari data BI per Maret 2017, sektor pertambangan mencatatkan rasio NPL 7,05%.

"NPL terjadi di daerah yang menghasilkan komoditas seperti Aceh, Kalimantan Timur hingga Papua," ujar Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Dwitya Poetra S Besar, di gedung BI, Rabu (24/5/2017)

BI menyebutkan, rasio kredit bermasalah per Maret 2017 tercatat 3,07 persen secara gross, sedangkan netto 1,4%.

"Kami mewaspadai risiko ini, meskipun risikonya masih jauh dari batas yang ditetapkan BI," ujarnya.

Dari data statitsik perbankan Indonesia (SPI) Februari 2017 yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) penyaluran kredit bank umum per Februari tercatat Rp 4.308 triliun dengan rasio NPL Rp 135.99 triliun atau 3,16%. (hns/hns)