Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 25 Mei 2017 11:15 WIB

Tips untuk Pelaku Ekonomi Kreatif yang Butuh Pinjaman Modal

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Kartika Sari Tarigan Foto: Kartika Sari Tarigan
Jakarta - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) saat ini sedang gencar mendorong pertumbuhan bisnis dan pelaku-pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan kualitas usaha agar lebih mudah mendapatkan pendanaan dari lembaga pembiayaan.

Ada beberapa cara untuk meningkatkan kualitas tersebut, menurut Financial Motivator, Hari 'Soul' Putra, saat ini masih banyak masalah keuangan yang ada di setiap usaha . Biasanya, pelaku usaha masih berfokus pada pendapatan.

"Biasanya pengusaha ini lupa untuk membuat pembukuan keuangan, padahal itu sangat penting," kata Hari kepada detikFinance, Kamis (25/5/2017).

Dia menambahkan, pengusaha juga sering melakukan kesalahan, yakni menggunakan dana dari keuangan usaha untuk biaya hidupnya. Kemudian juga banyaknya pengusaha yang tidak mencatat setiap transaksi yang dilakukan.

Hari menyebutkan, jika kualitas usaha sudah baik maka, pelaku usaha bisa mengajukan modal pinjaman ke bank, lembaga keuangan non bank atau penyedia dana yang menggunakan prinsip syariah.

"Pinjaman dari bank, tidak boleh melebihi 65% hingga 70% dari total kebutuhan riil, ini untuk mengurangi risiko macet," ujarnya.

Dia juga menjelaskan, sebelum mengajukan utang pengusaha harus menyiapkan modal sendiri minimal 25%. Selain itu, juga harus mengenali sifat usaha, harian, mingguan, bulanan atau musiman. Ini penting karena untuk menghitung beban bunga yang akan didapatkan setiap bulannya.

"Bila usaha anda berisiko besar, sebaiknya rasio antara modal sendiri dan modal pinjaman harus diperkecil karena ada beban bunga," tutupnya. (mca/mca)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com