Deputi Gubernur BI, Erwin Rijanto, mengatakan pertumbuhan ini didorong oleh mulai meningkatnya permintaan pembiayaan karena predikat investment grade yang diterima Indonesia dari Standard & Poor's (S&P) beberapa lalu.
"Sekarang kan sudah dekati 10%, dengan didorong oleh permintaan yang membaik ya harapannya bisa sampai," ujar Erwin di Gedung BI, Jakarta, Senin (29/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kredit sektor korporasi terus mengalami peningkatan hingga Mei 2017, sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dilakukan pemerintah.
"BI melihat korporat sudah mulai ada peningkatan," imbuh Erwin.
Menurut Erwin, perbaikan kredit terlihat dari adanya peningkatan return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) perbankan.
Sampai akhir tahun, BI memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan bisa mencapai 12%, sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK) mencapai 11%. Target ini lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan kredit pada 2016 yang hanya mencapai 7,87% dan DPK 9,6%. (wdl/wdl)











































