Inang-inang biasa menjajakan uang pecahan di pinggir-pinggir jalan, salah satunya seperti yang sering ditemui di kawasan Kota Tua, Jakarta.
Salah satu Inang-inang yang bersedia membeberkan keterangan pada detikFinance, Porman menuturkan, dirinya menukarkan uang sebanyak Rp 3,7 juta pada penukaran uang yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama 13 perbankan lain di Lapangan Irti Monas, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Porman biasa menjajakan uang pecahan di sekitar Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Menurutnya, permintaan paling besar akan terjadi mulai H-7 sebelum Lebaran.
"Biasanya saya mangkal di Kampung Rambutan, dekat Mabes," pungkasnya.
Setiap transaksi sebesar Rp 100 ribu, Porman mengaku, mendapat untung Rp 3-5 ribu. Sementara saat mulai memasuki H-7 untung yang diraupnya tak tanggung-tanggung, Porman bisa memperoleh Rp 500 ribu per hari.
"Kalau sudah mendekati Lebaran, bisa Rp 500 ribu per hari," terangnya.
Porman juga memanfaatkan kegiatan penukaran uang ini untuk menyimpan uang pecahan sebanyak-banyaknya, sebelum akhirnya kembali dijual saat mendekati Lebaran.
"Setiap hari pasti ke sini, tukar uang. Nanti disimpan dulu, baru dijual pas dekat-dekat Lebaran," jelasnya. (hns/hns)











































