Janji Sigit Pramono Bila Terpilih Jadi Ketua OJK

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 05 Jun 2017 17:42 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Sigit Pramono janji tidak akan menaikan tarif pungutan untuk industri jasa keuangan bila terpilih jadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Tapi sekarang saya belum tau bagaimana struktur biayanya, harus dilihat dan dievaluasi tapi saya janjikan tidak akan ada kenaikkan pungutan," kata Sigit dalam Paparan di Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (5/6/2017)

Dia menceritakan, terkait pungutan, saat rancangan Undang-undang (RUU) OJK pada 2011 pelaku sektor jasa keuangan dijanjikan akan dikenakan pungutan pada tahun ke 5.

Namun, dengan alasan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak mempu membiayai maka pemberlakuan pungutan jadi lebih cepat. Menurut dia, untuk pungutan ke depannya selain parlemen, pelaku industri keuangan harus tahu untuk apa saja dana digunakan.

"Demi transparansi, ini tidak ada salahnya, jika ada perubahan UU OJK bisa dipertimbangkan," jelas dia.

Menurut Sigit, ada pasal yang menyebutkan jika dana hasil pungutan tahun berjalan tidak habis, maka tahun berjalan harus masuk ke kas negara. Dia menyebut ini tidak adil untuk industri, karena akan muncul kekhawatiran lembaga tidak hemat dalam menggunakan anggaran.

Sekedar informasi, OJK memberlakukan pungutan untuk industri jasa keuangan pada 1 Maret 2014. Ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2014.

Jenis dan besaran pungutan OJK dikelompikan dalam 3 jenis yaitu biaya perizinan, persetujuan, pendaftaran dan pengesahan. Kemudian biaya penelaahan rencana aksi korporasi, biaya tahunan dalam rangka pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penelitian.

Bagaimana bila tidak terpilih jadi Ketua DK OJK?

Sigit memiliki alternatif jika tidak terpilih sebagai ketua. Saat awal pendaftaran dirinya memilih untuk menjadi Ketua Dewan Komisioner (DK) dan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan.

"Saya konsisten daftar sesuai yang saya pilih di awal, selama kedua pilihan itu saya tidak masalah," kata Sigit.

Meski demikian, Ia tetap mengharapkan bisa menjadi ketua DK karena ingin mentransformasikan OJK.

"Dengan segala kerendahan hati, saya bersedia jadi kepala eksekutif pengawas perbankan jika tidak menjadi ketua, jika bukan mohon maaf saya tidak bisa, karena kontribusi saya tidak akan banyak jika tidak di dua posisi tersebut," tukasnya. (mkj/mkj)