Follow detikFinance
Rabu 07 Jun 2017, 14:27 WIB

Suara Masyarakat Soal Isi Ulang e-Money Kena Biaya

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Suara Masyarakat Soal Isi Ulang e-Money Kena Biaya Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Bank Indonesia (BI) sedang mengkaji penerapan biaya (fee) isi ulang (top-up) untuk uang elektronik alias e-money. Hal ini memicu pro dan kontra di masyarakat.

Kemarin detikFinance sudah mengajak pembaca untuk buka suara dalam kebijakan yang sedang dikaji ini.

Pertanyaannya adalah, "Apa pendapat Anda mengenai rencana penarikan biaya untuk isi ulang e-money?"

Melalui survei yang dilakukan via jejaring sosial Twitter itu, pembaca diberikan tiga pilihan, yaitu setuju, tidak setuju, dan tidak peduli.

Redaksi juga menerima banyak sekali masukan dari masyarakat terkait aturan baru ini. Berikut beberapa di antaranya yang menolak top-up e-money kena biaya tambahan, seperti di bawah ini.










Sementara itu, ada juga masyarakat yang setuju, seperti di bawah ini.







Baca juga berita-berita seputar rencana penerapan fee isi ulang e-money di Fokus Berita: Isi Ulang e-Money Kena Biaya

(ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed