Seleksi Bos OJK Masuki Hari Terakhir, 2 Calon Dipanggil ke DPR

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 08 Jun 2017 12:35 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali memanggil calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk uji kepatuan dan kelayakan atau fit and proper test. Adalah Firmanzah dan Tirta Segara untuk perebutan DK OJK bidang edukasi dan perlindungan konsumen.

Rapat dimulai dari pukul 11.00 WIB, dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi XI Supriyatno. Beberapa anggota juga tampak hadir mengikuti seleksi.

Calon pertama yang diseleksi adalah Tirta Segara, ditandai dengan penyampaian paparan selama kurang lebih 15 menit. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) tersebut menilai pentingnya edukasi dan perlindungan konsumen.

"Literasi keuangan harus diberikan sejak dini, OJK bisa beri edukasi ke sekolah san perlu dimasukkan ke kurikulum," ujar dia di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (8/6/2017)

Dia mengungkapkan, dengan literasi yang baik maka masyarakat bisa memilih dan memahami produk jasa keuangan.

Dia mengatakan, caranya bisa disusun buku panduan atau bacaan wajib terkait literasi keuangan. Kemudian, juga harus diterapkan program training for trainers mengenai literasi keuangan.

Sementara itu anggota Komisi XI DPR RI, Johnny G Plate mengatakan untuk bidang edukasi dan perlindungan konsumen dibutuhkan anggota dewan komisioner yang paham dengan mikro prudensial.

Karena, perlindungan konsumen bukan hanya urusan sekolah, tapi juga urusan industri. "Kita membutuhkan orang yang berpengalaman dan terkait di bidang pendidikan baik akademis maupun praktisi, kedua calon sudah masuk kriteria ya," kata Johnny.

Dia mengungkapkan, dari hasil fit and proper tes ini bisa menemukan anggota dewan komisioner yang terbaik.

Johnny menyebutkan, dua calon bidang edukasi dan perlindungan konsumen ini sudah melalui proses yang panjang. Dari panitia seleksi ada 800 orang yang kemudian menjadi 21 orang yang diusulkan ke Presiden. Kemudian Presiden menyeleksi 2 orang ini ke DPR bersama-sama 12 orang lainya.

"Kami akan lihat riwayat pekerjaanya, pendidikanya yang sudah mereka lakukan masing-masing," ujar dia.

(mkj/mkj)