"Cadangan devisa juga sekarang ini memegang rekor tertinggi. Karena rekor tertinggi terakhir Agustus 2011," ungkap Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo di kantornya, Jakarta, Jumat (9/6/2017).
Posisi cadangan devisa per akhir Mei 2017 tersebut cukup untuk membiayai 8,9 bulan impor atau 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu salah satu bentuk daya tahan kami. Nilai tukar juga stabil," ujarnya.
Salah satu tantangan dalam waktu dekat adalah kemungkinan naiknya suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) oleh Bank Sentral Federal Reserve (The Fed). Dijadwalkan kenaikan terjadi pada pertengahan Juni.
"Kami akan jaga fundamental ekonomi kita. Kami lihat khususnya setelah Indonesia dapat investment grade dari Standard and Poor's itu confident terhadap Indonesia terus terbangun," tandasnya.











































