Follow detikFinance
Selasa 13 Jun 2017, 16:08 WIB

Perlindungan Pekerja Rentan dan Ojek Online Jadi Rujukan Dunia

Niken Widya Yunita - detikFinance
Perlindungan Pekerja Rentan dan Ojek Online Jadi Rujukan Dunia Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, memaparkan terobosan yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan (Foto: Dok. BPJS TK)
Berlin - BPJS Ketenagakerjaan memaparkan perlindungan pekerja rentan dan ojek online dalam jaminan sosial dunia. BPJS Ketenagakerjaan menjadi spotlight dan mendapatkan perhatian khusus dalam International Social Security Association (ISSA), Organization of Economic Co-operation and Development (OECD), dan Kementerian Tenaga Kerja pemerintah Jerman.

Dalam keterangan tertulis dari BPJS Ketenagakerjaan, Selasa (13/6/2017), perhatian khusus ini didapat setelah Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, memaparkan terobosan yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Terobosan itu dalam hal perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan pekerja jenis ekonomi baru berbasis teknologi digital seperti ojek online.

Agus diundang khusus menjadi salah satu visiting speaker dalam pertemuan OECD dan ISSA di Berlin, (12/6/2017). Dia diminta berbagi pengalaman tentang pelaksanaan program perlindungan bagi Pekerja Rentan melalui Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran) dan pekerja ojek online.

BPJS Ketenagakerjaan membuka mata dunia internasional bahwa masih terdapat sektor pekerja yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam perlindungan jaminan sosial. Kegiatan yang dihadiri 25 negara anggota ISSA dan OECD ini mengangkat tema 'The Future of Social Protection'.

Dalam materinya, Agus membahas situasi terkini pada pekerja kategori pekerja rentan, yang jumlahnya cukup tinggi di Indonesia. GN Lingkaran yang digagas BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu terobosan pemberian perlindungan bagi pekerja yang masuk dalam kategori tersebut, di mana jumlahnya cukup besar, terutama di daerah perkotaan.

Hal ini juga turut dipicu oleh pembangunan infrastruktur yang pesat di kota dan kurangnya kesempatan kerja di daerah asal, menimbulkan ketertarikan tersendiri bagi mereka untuk datang dan mengadu nasib di kota, khususnya Jakarta.

"Para pekerja rentan ini tidak mampu untuk ikut perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena itu kami mengembangkan sistem crowdfunding untuk donasi pembayaran iuran kepesertaan mereka dengan memanfaatkan dana CSR atau sumbangan individu," kata Agus.

Jumlah pekerja rentan yang telah dilindungi oleh GN Lingkaran saat ini telah mencapai 300 ribu orang di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan yang sama Agus juga membahas pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi ojek online di hadapan forum ISSA, dan menjelaskan bahwa jenis ekonomi baru tersebut masuk dalam kategori pekerjaan dengan risiko yang cukup tinggi. Maka dari itu, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), sangat penting mereka miliki agar terhindar dari risiko-risiko pekerjaan yang rawan terjadi saat bekerja.

"Ojek online sangat rawan terkena dampak sosial ekonomi apabila mengalami risiko kerja. Kami terus mensosialisasikan perlindungan bagi mereka melalui pendekatan komunitas. Saat ini sudah lebih dari 20 ribu pekerja ojek online di seluruh Indonesia terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan," kata Agus.

Keberadaan jenis ekonomi baru ini sudah diantisipasi oleh BPJS Ketenagakerjaan melalui program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja pada sektor Bukan Penerima Upah (BPU). Pekerja dalam sektor ini bisa mendapatkan perlindungan dengan iuran yang sangat terjangkau yaitu Rp 16.800 untuk 2 program perlindungan, JKK, dan Jaminan Kematian.

Langkah-langkah BPJS Ketenagakerjaan ini mendapatkan apresiasi dalam forum ini dan akan dibahas lebih lanjut untuk dapat dipelajari dan diterapkan pada negara anggota ISSA dan OECD. Karena inisiatif tersebut sesuai dengan semangat ISSA untuk memastikan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh masyarakat dan prinsip 'No One Left Behind' pada program Sustanainable Development dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

"Kami akan terus melakukan inovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dari luar negeri untuk memastikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja Indonesia dan pemberian manfaat sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja Indonesia," ucap Agus.

(nwy/dnl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed