Tunggu Data Inflasi
Bank BUMN Jual Dolar AS
Senin, 02 Mei 2005 09:51 WIB
Jakarta - Bank Indonesia melalui bank-bank BUMN pada perdagangan Senin (2/5/2005) pagi sudah mengguyur dolar AS ke pasar. Aksi ini ditengarai untuk meredam gejolak rupiah menjelang pengumuman data inflasi April oleh BPS."Pasar sebenarnya cenderung wait and see atas data inflasi yang akan diumumkan BPS siang ini karena diperkirakan inflasi masih cukup tinggi meski tidak setinggi bulan sebelumnya," jelas analis Valas dari Bank BNI Hindria Listyadi kepada detikcom.Disebutkan pada saat pembukaan rupiah berada di kisaran Rp 9.540 per US$ 1 dan beberapa saat kemudian menguat ke posisi Rp 9.520-Rp 9.535 per US$ 1. "Pagi ini rupiah menguat karena ada aksi jual dolar AS oleh bank-bank BUMN, ya mungkin atas permintaan bank sentral," ujar Hindria.Dijelaskan oleh Hindria, sejak pagi bank sentral telah memberikan sinyal ke pasar bahwa mereka ada di pasar untuk mengamankan gejolak rupiah yang mungkin akan terjadi hari ini menyusul diumumkannya data inflasi."Potensi rupiah bergejolak memang ada, tapi dengan adanya sinyal bank sentral itu maka gejolak itu tidak akan terlalu tajam," ungkapnya.Tekanan aksi spekulan juga akan berkurang menyusul liburnya pasar Singapura hari ini. Melihat hal itu, Hindria optimis rupiah dapat mengalami penguatan meski terbatas.Senin ini rupiah diprediksikan akan bermain di kisaran Rp 9.500-Rp 9.560 per US$ 1.
(san/)











































