Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Enny V Panggabean mengatakan dengan Jalin ini diharapkan bisa mendorong efisiensi biaya transaksi perbankan milik negara.
Enny menjelaskan, lembaga switching ini diharapkan bisa menekan biaya transfer, cek saldo hingga tarik tunai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, berdirinya Jalin untuk memudahkan konsumen yang menggunakan jasa perbankan milik pemerintah ini. "Kami dukung Jalin untuk meningkatkan efisiensi nasional," ujar dia.
Menurut Enny, Jalin juga sedang dipersiapkan untuk masuk ke sistem National payment gateway (NPG) atau gerbang pembayaran nasional yang sedang dicanangkan bank sentral.
"NPG ini akan memungkinkan seluruh transaksi ritel diproses domestik, kami haarap Jalin bisa ikut ambil bagian di sistem pembayaran ini," jelas dia.
Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi, Gatot Trihargo mengatakan, diharapkan Jalin bisa efisien dan berpartisipasi NPG ke depannya.
Dia menceritakan dua tahun terakhir Himbara mengintegrasikan layanan elektronik seperti ATM yang masuk ke jaringan Link.
"Kami terus lakukan perbaikan fitur di mesin ATM merah putih, agar nasabah merasa nyaman," ujar Gatot.
Per Juni total mesin ATM Himbara tercatat 61.210 unit ATM termasuk ATM Link dan 776 outlet yang beroperasi secara terbatas selama Idul Fitri. ATM Link sudah mencapai sekitar 15.000 unit ATM. Hingga akhir tahun ini, Himbara menargetkan jumlah ATM Link mencapai 30.000 unit. (ang/ang)











































