JPN adalah perusahaan switching yang 100% sahamnya dimiliki Telkom. Pembelian saham JPN bertujuan agar bank pelat merah mempunyai perusahaan switching sendiri.
Dengan demikian, sistem operasional ATM Link Himbara secara penuh akan dikelola perusahaan pengalih transaksi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Jalin Pembayaran Nasional (JPN). Dengan terintegrasinya ATM, juga dapat meningkatkan efisiensi bank BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"JPN 100% dimiliki Telkom tapi sudah ada diskusi dan memang rencananya Himbara masuk ke sana time frame-nya secepat mungkin," ujar Direktur Keuangan Telkom, Harry M. Zen di Resto Kaffeine, SCBD Lot 8, Jakarta Selatan, Selasa (20/6/2017).
Harry menambahkan, pengambilalihan saham JPN oleh Himbara sangat mungkin dilakukan, karena merupakan arahan Kementerian BUMN selaku pemilik saham mayoritas Telkom.
"Ini arahan dari Kementerian BUMN dan diskusi intens sudah dilakukan," tambah Harry.
Lebih lanjut, Harry mengungkapkan belum ada persentase tertentu yang disepakati untuk pengambilalihan saham JPN. Pasalnya pembicaraan antara Himbara dan Telkom masih rutin dilakukan.
"Berapa persennya belum ada yang resmi. Kalau diskusi pihak ini mau gini, itu mau gitu wajar," kata Harry.
Dengan diambilalihnya kepemilikan JPN dari Telkom diharapkan bisa memperkuat infrastruktur perbankan, khususnya bagi bank Himbara. Nantinya JPN akan digunakan untuk menjalankan operasional ATM bank BUMN.
"Kita bersyukur di sini Kementerian BUMN bantu karena ini semua akan bisa mendukung untuk bisnis infrastruktur perbankan, khususnya Himbara," ucap Harry. (hns/hns)











































