BTN Konsolidasi dengan Pasar Guna Terbitkan Obligasi

BTN Konsolidasi dengan Pasar Guna Terbitkan Obligasi

- detikFinance
Rabu, 04 Mei 2005 14:20 WIB
Jakarta - Mengenai rencana penerbitan obligasi yang tertunda, direksi BTN akan melakukan rapat Jumat depan untuk melakukan konsolidasi dengan pasar. Diharapkan obligasi ini dapat diterbitkan sebelum Juni."Kalau sampai bulan Juni obligasi belum kita terbitkan maka saya harus audit lagi laporan keuangan per Maret 2005 karena yang saya pakai adalah laporan keuangan per Desember 2004," kata Dirut BTN Kodradi kepada wartawan usai rapat dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/5/2005).Menurut Kodradi obligasi senilai Rp 1 triliun ini terbagi dua yakni pertama obligasi senilai Rp 750 miliar dengan bunga 12,2 persen dan sisanya Rp 250 miliar merupakan obligasi subordinasi dengan bunga 12,6 persen.BTN sebelumnya juga pernah mengeluarkan obligasi sebesar Rp 750 miliar dengan bunga 12,5 persen. "Sebelum dapat amanah jadi pimpinan, BTN menerbitkan obligasi 1-8 kali nilainya hanya Rp 1,38 triliun. Jadi ada peningkatan," jelas Kodradi.Menyangkut pengucuran kredit, Kodradi mengatakan LDR (Loans to Deposit Ratio) BTN saat ini mencapai 70 persen. Sedangkan mengenai suku bunga, Kodradi menyebutkan bahwa penetapannya harus dikaitkan dengan inflasi. Dicontohkan suku bunga The Fed berkisar 1 hingga 3 persen sementara inflasinya tiga kali dari suku bunga tersebut."Inflasi kita kan 8 persen year on year jadi kalau bunganya 3 kali berarti 24 persen. Itu wajar, cukup efisien jika dilihat dari inflasi," terangnya.Adapun target ekspansi kredit pada tahun 2005 ini BTN menargetkan sebesar Rp 4,08 triliun yang sebagian besar untuk KPR-RSH (Rumah Sederhana Sehat). Dari program pemerintah membangun 225 ribu unit RSH, BTN memberikan komitmen membangun 75.000 unit. Harga RSH saat ini nmengalami kenaikan dari Rp 36 juta menjadi Rp 42 juta."Dengan adanya kenaikan ini BTN akan menyesuaikan harga itu. Tiap tahun ekspansi kredit BTN pun melebihi sasaran target anggaran," demikian Kodradi. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads