Follow detikFinance
Senin 10 Jul 2017, 11:02 WIB

Sejumlah Bank Sambut Baik Aturan Gerbang Pembayaran Nasional

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sejumlah Bank Sambut Baik Aturan Gerbang Pembayaran Nasional Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan aturan terkait national payment gateway (NPG) atau gerbang pembayaran nasional. NPG bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kedaulatan sistem pembayaran nasional.

Sejumlah bank, termasuk bank milik negara (BUMN) menyambut baik langkah efisiensi ini.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Suprajarto mengatakan, saat ini kebutuhan masyarakat terhadap sistem pembayaran semakin meningkat pesat.

"Masyarakat, membutuhkan suatu sistem pembayaran yang lebih efisien, dan menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat," kata Suprajarto kepada detikFinance, Senin (10/7/2017).

Dia menjelaskan, sejauh ini, Bank BRI bersama dengan Himbara, juga sudah menyiapkan berbagai infrastruktur untuk menunjang peraturan tersebut, yaitu dengan menggunakan ATM Himbara, ATM Link dan e-payment. "Ini adalah salah satu embrio menuju NPG," imbuh dia.

Dia menjelaskan NPG akan memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan, khususnya melalui bank. Selain itu, dengan penyatuan infrastruktur tentunya akan meningkatkan efisiensi operasional bank dan ujungnya tentu masyarakat akan merasakan tarif transaksi yang lebih murah.

"Sementara secara bisnis, secara langsung perbankan juga mendapatkan dampak positif berupa peningkatkan omzet melalui peraturan ini," kata dia.

BRI sendiri sudah mempunyai beberapa platform untuk mensukseskan diri menjadi salah satu national payment gateway terbesar di bisnis e-commerce. Di sistem pembayaran e-commerce, BRI mempunyai e-pay BRI yang telah memiliki ratusan merchant online dengan beragam jenis usaha di seluruh Indonesia.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk Achmad Baiquni mengatakan NPG akan memberikan sejumlah manfaat bagi nasabah yakni kemudahan bertransaksi di merchant manapun di dalam negeri. "Karena nantinya hanya membutuhkan 1 jenis kartu untuk pembayaran domestik karena hanya 1 prinsipal," kata Baiquni.

Dia menambahkan, bagi bank bisamengurangi cost investasi ATM/EDC/Reader secara bertahap sesuai timeline, yaitu implementasi 100% di 2022.

Kemudian bisa mengurangi cost ke principal asing, berpotensi meningkatkan FBI melalui bisnis acquiring, meningkatkan layanan kepada nasabah melalui akseptasi kartu Debit/ATM serta Uang Elektronik.

Selain nasabah dan bank, pemerintah dinilai Baiquni juga akan mendapatkan manfaat dari NPG ini antara lain mengurangi peredaran uang tunai (cashless), meningkatkan pendapatan Pajak, adanya kebanggaan & keamanan karena mengelola sistem pembayaran dalam negeri sendiri.

"Secara umum, BNI (dan HIMBARA lainnya) berperan aktif dalam proyek NPG, baik sebagai Issuing & Acquiring hingga mempersiapkan Proof Off Concept untuk memastikan NPG secara sistem, operasional dan bisnis dapat berjalan sesuai roadmap Bank Indonesia," imbuh dia.

Direktur Utama PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja mengharapkan NPG ini akan terwujud perluasan konektivitas dan settlement transaksi di dalam negeri.

"Sehingga bank dapat dengan lebih efisien melayani nasabah era non tunai ini, yang mana dapat berimbas salah satunya bisa menurunkan biaya transaksi seiring dengan dimulainya penerapan NPG," kata Parwati.

Menurut Parwati manfaat NPG akan terasa secara bertahap 1-2 tahun ke depan setelah implementasi sudah dilakukan seluruhnya. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed