Follow detikFinance
Kamis 13 Jul 2017, 20:39 WIB

Ini Kata Perusahaan Kredit Soal Ibu Kota Pindah ke Kalimantan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ini Kata Perusahaan Kredit Soal Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Ibu Kota Pindah (Foto Ilustrasi: Mindra Purnomo)
Jakarta - Kalimantan menjadi salah satu wilayah yang disebut-sebut akan menjadi calon Ibu Kota baru Indonesia. Namun, perusahaan kredit menyebutkan, Kalimantan adalah daerah yang masih berisiko untuk penyaluran kredit.

Direktur Utama PT Astra Credit Company (ACC) Jodjana Jody mengatakan Kalimantan masih memiliki risiko kredit bermasalah yang tinggi.

"Kredit macet di Kalimantan masih tinggi," kata Jodjana kepada detikFinance, Kamis (13/7/2017).

Dia mengatakan, tingginya kredit bermasalah terjadi karena di Kalimantan penghasilan masyarakatnya masih tertumpu pada hasil bumi seperti batu bara dan minyak kelapa sawit.

Jodjana menambahkan, ke depannya diharapkan terjadi perbaikan pada rasio kredit bermasalah ini seiring dengan mulai menggeliatnya pertumbuhan ekonomi di Kalimantan.

Saat ini, ACC sudah memiliki sejumlah kantor cabang di wilayah Kalimantan Timur dan tidak menutup kemungkinan akan menuju Palangka Raya yang saat ini sedang santer akan menjadi Ibu Kota yang baru.

"Kami memang banyak di Kaltim, bisa juga cover sampai ke Sana," ujar dia.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa per kuartal I-2017 tercatat 5,66%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan tercatat 4,92% membaik dibandingkan periode akhir tahun lalu sebesar 2,2%. Perbaikan ini ditopang dari perbaikan kinerja ekspor dan investasi. (dna/dna)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed