3 Perusahaan Ini Dinobatkan BI Sebagai Pelapor Hasil Devisa Terbaik

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 18 Jul 2017 15:58 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memberikan penghargaan kepada sejumlah pelaku ekonomi yang berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, BI memberikan apresiasi kepada perusahaan atau korporasi yang memberikan devisa ekspor terbaik.

"Mereka bukan hanya eksportir tapi melaporkan devisanya dengan baik, itukan penting untuk mereka dan negara," kata Agus di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Agus mengatakan, pemberian penghargaan melibatkan tim penilai dari internal dan eksternal yang kemudian di bawa ke meja Dewan Gubernur BI.

"Hal ini dilakukan agar korporasi tersebut bisa dinilai dengan baik dan tepat untuk diberikan penghargaan," ujar Agus.

BI memberikan penghargaan kepada 3 perusahaan yang memberikan laporan hasil devisa yani PT Kaltim Prima Coal, PT Smelting dan PT Wilmar Nabati Indonesia.

Bank Indonesia (BI) menggelar acara pemberian apresiasi kepada para pelaku ekonomi dalam mendukung implementasi kebijakan BI.

Apresiasi ini diberikan oleh bank sentral atas kinerja terbaik pelaku ekonomi dan pendukung kebijakan. Acara yang bertajuk Penghargaan Bank Indonesia Tahun 2017 ini berlangsung di Birawa Assembly, Hotel Bidakara , Jakarta.

Hadir pelaku ekonomi seperti industri keuangan khususnya perbankan, asosiasi, pengamat dan industri keuangan non bank (IKNB).

Kemudian lembaga terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Selain itu, hadir pula perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Sosial, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Pengamat Ekonomi dan Perwakilan dari Perguruan Tinggi.

Penghargaan ini diberikan untuk meningkatkan tata kelola dan kinerja guna mewujudkan stabilitas dan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

(mkj/mkj)