Penjelasan Agus Marto Soal Rapat Dewan Gubernur BI Sampai Tengah Malam

Penjelasan Agus Marto Soal Rapat Dewan Gubernur BI Sampai Tengah Malam

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 21 Jul 2017 14:57 WIB
Penjelasan Agus Marto Soal Rapat Dewan Gubernur BI Sampai Tengah Malam
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akhirnya menahan tingkat suku bunga acuan atau BI 7 Days Repo Rate di level 4,75%.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, rapat dewan Gubernur yang berlangsung kemarin membahas masalah ekonomi global dan ekonomi nasional.

"RDG lama kita hanya diskusi saja, jadi di RDG kemarin kita putuskan suku bunga acuan tetap dipertahankan, tidak ada pembahasan lain-lain," kata Agus di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (21/7/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, secara umum BI melihat ekonomi global kurang lebih masih sama dengan bulan lalu. Di mana pertumbuhan ekonomi dunia masih di kisaran 3,3%, namun ada perubahan karena ekonomi di AS dan India diperkirakan akan mengalami penurunan ekonomi.

"Sedangkan ekonomi di Eropa dan Tiongkok membaik jadi secara global masih akan tetap sama," ujarnya.

Agus menambahkan, tingkat inflasi yang terjaga juga menjadi salah satu alasan BI menahan tingkat bunga. Menurut dia, rendahnya inflasi ini juga dipengaruhi oleh harga pangan yang terjaga.

Momen Ramadan dan usai Ramadan terjaga baik dengan koordinasi yang dilakukan pemerintah, pemerintah daerah, BI dan satuan tugas pangan.

Selain itu, BI juga melihat konsolidasi di korporasi dan perbankan masih berjalan. Kemudian rata-rata bunga kredit perbankan mengalami penurunan 6 basis poin (bps).

Namun, Agus mengakui pertumbuhan kredit perbankan memang masih lambat. Diharapkan semester II akan lebih baik.

Dia menjelaskan, bulan lalu AS menaikan Fed Fund Rate namun BI tetap mempertahankan suku bunga acuan.

"Sekarang pun kita pertahankan, jadi kita yakin ini bisa menjaga stabilitas keuangan dan makro ekonomi Indonesia, serta memungkinkan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk meneruskan proses pemulihan ekonomi," tandas dia. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads