Divestasi BNI Tahun Ini Batal

Divestasi BNI Tahun Ini Batal

- detikFinance
Minggu, 08 Mei 2005 12:57 WIB
Jakarta - Pemerintah tahun ini membatalkan rencana divestasi 30 persen sahamnya di BNI. BNI saat ini masih akan melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan nilai perusahaan (value creation). Kepastian ini disampaikan Direktur Utama (Dirut) BNI Sigit Pramono di sela-sela Workshop "Arah Konsolidasi Perbankan", Hotel Salak, Bogor, Minggu (8/5/2005) siang. Dirinya memastikan, rencana divestasi pemerintah tidak bisa dilaksanakan pada tahun ini. "Divestasi 30 persen saham BNI tidak akan dilakukan pada 2005 ini. BNI masih akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan nilai perusahaan, seperti merger dan akuisisi," kata SigitMenurut sosok yang sejak 15 November 2003 ini memimpin BNI, merger dan akuisisi kemungkinan besar dapat dilaksanakan oleh BNI pada tahun ini. Walaupun bisa saja merger/akuisisi itu dilakukan melalui anak perusahaan. Pada kesempatan yang sama, mantan Presiden Direktur BII ini kembali menegaskan, proses merger dan akuisisi merupakan suatu upaya agar perbankan nasional dapat bersaing dengan perbankan regional dan internasional."Dalam rangka konsolidasi perbankan, sampai kapan pun saya tetap menyatakan merger dan akuisisi perlu dilakukan," tegas Sigit tampak bersemangat.BNI lanjut Sigit, akan tetap berusaha untuk bisa melakukan merger atau akuisisi dengan bank lain termasuk yang saat ini santer disebut, yakni BTN (Bank Tabungan negara)"Sayangnya di Indonesia ini, setiap kali ada wacana merger atau akuisisi, langsung disambut sebagai suatu hal yang menakutkan," sesal alumni tahun 1990 Leasing School, Salt Lake City, Utah, AS ini.Padahal kata Sigit, tanpa dilakukan merger atau akuisisi, sangat sulit bagi bank-bank di Indonesia untuk bisa tumbuh menjadi bank berskala internasional. (ism/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads