Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan pertumbuhan laba bersih tersebut didorong adanya peningkatan penyaluran kredit, salah satunya juga disebabkan produk-produk digital banking milik BNI.
"Pertama adanya eskspansi kredit 15%, disamping itu juga pendapatan non bunga melalui jasa-jasa terkait dengan kegiatan digital banking ini," tuturnya di sela-sela perhelatan HUT BNI ke 71 di Gedung BNI, Jakarta, Minggu (30/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baiquni yakin tahun ini bisa mengantongi pertumbuhan laba bersih hingga 2 digit. Namun jumlah pertumbuhannya masih di bawah perolehan semester pertama.
"Target double digit pasti, tapi persentasenya di bawah semester I ini. Karena semester I tahun lalu laba BNI tidak terlalu besar sementara akhir tahun lalu laba BNI lebih besar," imbuhnya.
Sementara untuk penyaluran kredit, tahun ini BNI menargetkan bisa tumbuh 15%. Meski tengah fokus mendorong digitalisasi, target penyaluran kredit itu diperkirakan disumbang paling besar dari sektor infrastruktur.
"Sebenarnya kalau pertumbuhan per segmen paling tinggi segmen BUMN. Karena pembangunan infrastruktur sedang digalakkan pemerintah, sehingga sangat wajar kalau didorong pertumbuhan kredit infrastuktur. Sementara konsumer tumbuh tapi sekitar 12-13%," pungkasnya. (mkj/mkj)











































