"Kami masih di atas 5,01% di atas kuartal I. Tapi di bawah perkirakan kami 5,1%," kata Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo di Gedung BI, Jakarta (3/8/2017).
Meski demikian, tahun depan perekonomian Indonesia bisa tumbuh di kisaran 5,2%. Kemudian pada tahun berikutnya diperkirakan bisa tumbuh 5,1%-5,4%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia meyakini fundamental ekonomi Indonesia masih cukup bagus. Namun yang harus diwaspadai adalah risiko eksternal. Seperti kebijakan Amerika Serikat (AS) khusunya moneter.
"Kalau di dalam negeri, masalah fiskal dan defisit memang sudah diprediksi 2,92% dengan outlook 2,67% jadi masih ada room untuk spending," ujarnya.
Dody menjelaskan jika masih ada perlambatan maka BI akan melihat dari segala sisi termasuk pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar.
"Apakah ekspektasi masyarakat terhadap inflasi inti terganggu, nilai tukar apakah kuat sesuai dengan fundamentalnya dan inflasi yang baik. Nilai tukar memang harus melihat kondisi eksternal," tukasnya. (mkj/mkj)











































